Kompas.com - 30/09/2015, 17:03 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
JAKARTA, KOMPAS.com - Wisata kopi di Indonesia dalam bentuk paket wisata perlu ditingkatkan untuk menarik kunjungan wisatawan. Hal tersebut ditengarai potensi wisata kopi Indonesia yang besar.

"Wisata kopi sudah dilirik (wisatawan) tapi perlu ditingkatkan lagi. Belum ada paket wisata yang khusus (wisata kopi)," kata Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, Syaffruddin saat dihubungi KompasTravel di Jakarta, Selasa (29/9/2015) sore.

Ia mengatakan Indonesia merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di dunia dengan kebun kopi yang tersebar di penjuru nusantara. Syaffruddin mengatakan wisatawan dapat belajar tentang kopi-kopi Indonesia melalui paket-paket wisata kopi.

"Wisatawan bisa melihat proses penanaman kopi, berinteraksi dengan petani, dan melihat produksi kopi hingga siap diminum," katanya.

Ia mengatakan Indonesia memiliki sederet destinasi wisata kopi yang menarik untuk dikunjungi seperti Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, Flores, dan Sulawesi Selatan.

"Dengan adanya paket wisata, ekonomi masyarakat pun khususnya petani dapat naik," harap Syaffrudin.

Marketing Manager PT Taman Delta Indonesia, Moelyono Soesilo menuturkan secara geografis Indonesia sudah cocok untuk wisata kopi. Indonesia, lanjut dia, juga memiliki masa panen kopi yang ada setiap tahun.

"Industri pariwisata kopi belum optimal. Saya lihat belum lihat ada paket yang menyediakan wisata kopi," ujarnya.

Ia membandingkan dengan negara Australia yang memiliki paket wisata kopi yang bertujuan mengedukasi para wisatawan. Moelyono menyebutkan ada sebuah restoran yang menyajikan pengalaman kepada wisatawan menjelajah di kebun kopi.

"Pastinya saya lupa di mana. Tapi di sana pengunjung bisa mencoba menanam kopi, memetik kopi, dan melihat produksi," kata Moelyono.

Sementara Direktur Industri Minuman dan Tembakau, Faiz Achmad mengatakan dengan kondisi geografis dan persebaran kebun kopi, paket wisata kopi Indonesia memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan. Dengan begitu, lanjut dia dampak secara ekonomi dan pariwisata juga dapat terasa.

"Ini juga peluang untuk mengangkat nama kopi Indonesia (di dunia)," ungkapnya kepada KompasTravel, Selasa (29/9/2015) sore.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Serunya Trekking di Bukit Lawang Sumatera Utara, Bertemu Orangutan dan Monyet

Jalan Jalan
Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Awas Bahaya! Hindari 3 Hal Ini Saat Trekking

Travel Tips
Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Literasi dan Edukasi Sampah Plastik, Upaya Jaga Keindahan Labuan Bajo

Travel Update
Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif 3,75 Juta Per Orang

Kenaikan Tiket Masuk TN Komodo Ditunda, Sudah Ada Turis yang Jajal Tarif 3,75 Juta Per Orang

Travel Update
Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Batik Air Terbang ke Samarinda dan Pekanbaru dari Halim per 1 Oktober

Travel Update
7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

7 Patung Yesus Tertinggi di Dunia, Ada yang dari Indonesia

Jalan Jalan
Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Harga Tiket Wahana Romokalisari Adventure Land, Wisata Baru Surabaya

Travel Tips
Survei Google: Minat Wisata Warga Indonesia Saat Ini Lebih Tinggi Dibanding 2019

Survei Google: Minat Wisata Warga Indonesia Saat Ini Lebih Tinggi Dibanding 2019

Travel Update
Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta Targetkan 1 Juta Wisatawan

Perayaan HUT ke-266 Kota Yogyakarta Targetkan 1 Juta Wisatawan

Travel Update
Desa Wisata Hanjeli, Tawarkan Eduwisata Pangan yang Hampir Punah

Desa Wisata Hanjeli, Tawarkan Eduwisata Pangan yang Hampir Punah

Jalan Jalan
Tren Pariwisata Indonesia Menurut Google, Healing Jadi Kata Populer

Tren Pariwisata Indonesia Menurut Google, Healing Jadi Kata Populer

Travel Update
Wisata Sekaligus Olahraga, Cara Jitu Nikmati Indahnya Labuan Bajo

Wisata Sekaligus Olahraga, Cara Jitu Nikmati Indahnya Labuan Bajo

Travel Update
5 Tips ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Jakarta

5 Tips ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu di Jakarta

Travel Tips
Seharian di Blok M, Main ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Seharian di Blok M, Main ke Taman Literasi Martha Christina Tiahahu

Itinerary
3 Tips Trekking di Gunung Kapur Batu Katak, Langkat

3 Tips Trekking di Gunung Kapur Batu Katak, Langkat

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.