Olahraga Rekreasi Jadi Daya Tarik Pariwisata Kepri

Kompas.com - 02/10/2015, 08:53 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya melepas peserta Bintan Triathlon 2015 di kawasan Lagoi, Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (23/5/2015). Bintan Triathlon 2015 diikuti 1.200 peserta dari 46 negara. INDONESIA.TRAVEL/HIMAWANMenteri Pariwisata Arief Yahya melepas peserta Bintan Triathlon 2015 di kawasan Lagoi, Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Sabtu (23/5/2015). Bintan Triathlon 2015 diikuti 1.200 peserta dari 46 negara.
EditorI Made Asdhiana
BATAM, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bertekad menjadikan olahraga rekreasi sebagai daya tarik pariwisata untuk menjaring kedatangan wisatawan dalam dan luar negeri ke provinsi yang bertetangga dengan empat negara itu.

"Ini merupakan daya dorong wisata di Kepri. Kita punya banyak permainan rekreasi seperti gasing, mahjong yang jika dikemas baik, bisa menjadi tontonan wisatawan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Robert Iwan Loriaux di Batam, Kamis (1/10/2015).

Ia menyatakan olahraga kreasi seperti mahjong, gasing, dan silat tidak hanya untuk mengejar prestasi, melainkan juga untuk menjadi magnet pariwisata. Menurut Robert, bila dikemas dengan baik, olahraga rekreasi akan mampu menjadi ikon dalam promosi wisata.

Ia mendorong Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) untuk lebih memikirkan pengembangan olahraga-olahraga rekreasi khas Kepri. "Kami siap membantu dengan alokasi anggaran," katanya seperti dalam rilis.

Sementara itu, Ketua FORMI Kepri Guntur Sakti berjanji untuk mengembangkan olahraga rekreasi di Kepri agar bisa lebih berkembang.

Sebagai tahap awal, Guntur yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kepri itu bertekad membentuk pengurus FORMI di seluruh kabupaten dan kota. "Kami menargetkan sebelum akhir tahun seluruh kabupaten kota sudah terbentuk pengurus FORMI," janji Guntur.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti di kawasan wisata Lagoi, Bintan, Provinsi Kepri, Sabtu (23/5/2015).
FORMI merupakan induk dari olahraga rekreasi yang ada di Indonesia. Dalam FORMI terdapat tiga cabang yaitu olahraga tradisi dan kreasi budaya, olahraga kesehatan dan kebugaran serta olahraga petualangan dan tantangan.

Olahraga tradisi dan kreasi merupakan sejenis permainan turun-temurun dari nenek moyang semisal wushu. Kemudian olahraga kesehatan dan kebugaran contohnya adalah yoga serta olahraga petualangan dan tantangan contohnya adalah panjat tebing.

Di tempat yang sama, Calon Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo bertekad untuk melestarikan dan mengembangkan olahraga tradisional yang hanya bersifat rekreasi, hingga dapat dipertandingkan di laga internasional dan mengharumkan nama bangsa. "Jadi tidak sekadar untuk hiburan, tetapi bisa juga menjadi prestasi," katanya.

Bila ditangani dan dikembangkan dengan baik, Soerya yakin cabang-cabang olahraga di FORMI bisa berbicara tidak hanya di level daerah, namun juga level nasional dan internasional.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X