Tingginya biaya wisata ke pulau resor itu membuatnya kalah bersaing dengan wisata bahari yang dikelola penduduk setempat yang menawarkan biaya jauh lebih murah. Tarif lengkap dengan transportasi kapal, penginapan, dan biaya makan di pulau resor bisa mencapai Rp 1,7 juta per orang per malam.
Sebaliknya, paket wisata yang dikelola warga di pulau berpenduduk, dengan fasilitas yang sama dan ditambah fasilitas olahraga air, hanya berkisar Rp 350.000 sampai Rp 500.000 per orang.
Kepala Suku Dinas Pariwisata Kepulauan Seribu Irfal Guci mengungkapkan, dalam satu tahun, kunjungan wisatawan lokal ke pulau-pulau berpenduduk di Kepulauan Seribu mencapai 3 juta pengunjung. ”Sementara wisatawan asing yang berkunjung ke Kepulauan Seribu baru 21.000 orang,” kata Irfal.
Potensi pulau resor sangat besar karena bisa menjual wisata bahari dengan nilai yang tinggi. Namun, karena masih kurangnya infrastruktur pendukung, seperti jaringan listrik dan air, biaya untuk wisata pulau resor menjadi terlalu mahal.
Untuk mendukung gairah wisata pulau resor, Sekretaris Kabupaten Kepulauan Seribu Ismer Harahap mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai membangun jaringan listrik ke beberapa pulau resor dan meningkatkan pelayanan transportasi kapal ke Kepulauan
Seribu. Selama ini, transportasi kapal hanya berjalan pada pagi dan sore hari. Adapun pasokan listrik dari generator set menelan 1 ton solar per minggu per satu pulau resor.
Operational Manager Pulau Sepa Margono pun mengakui, biaya produksi listrik dan penyediaan air memakan biaya cukup besar. Hal tersebut menyebabkan tarif wisata ke pulau resor masih tinggi.
Menurut Minister Counsellor KBRI Polandia Roos Diana Iskandar, promosi wisata Indonesia sedang menjadi perhatian utama pemerintah pusat, terutama wisata bahari. KBRI Polandia bertugas meningkatkan kunjungan wisatawan dari Polandia ke Indonesia sampai 45.000 pengunjung hingga 2019. Target itu tiga kali lipat dari jumlah kunjungan wisatawan Polandia ke Indonesia saat ini.
Untuk menunjang jumlah kunjungan wisata tersebut, menurut Roos, wisatawan Polandia dan Finlandia telah dibebaskan dari biaya visa berkunjung ke Indonesia. Sementara wisatawan Estonia dikenakan visa on arrival untuk kunjungan ke Indonesia. ”Semua fasilitas dipermudah, tinggal promosinya,” kata Roos.
Salah seorang agen wisata dari Finlandia, Tero Juhani Norvio, mengatakan, Kepulauan Seribu memiliki potensi wisata alam yang sangat baik dan bisa menjadi tempat rehat dari kesibukan kota. Menurut dia, jika fasilitas pariwisata Kepulauan Seribu bisa ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan kalangan eksekutif, seperti dilengkapi dengan lapangan golf, tentu akan menarik. (MDN)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.