Kompas.com - 10/10/2015, 10:07 WIB
EditorI Made Asdhiana
Dari perahu yang mengapung di permukaan laut bening, aneka terumbu karang dan ikan terlihat jelas. Dasar laut hingga kedalaman tiga meter terlihat dari perahu. Hasrat untuk menyelam atau sekadar berenang harus ditahan kuat-kuat selama perahu berlayar.

Untuk peselam, tunggulah paling tidak 30 menit setelah perahu meninggalkan Bunguran. Banyak titik menyelam di lokasi itu. Bisa memilih menyelam di antara terumbu karang, dapat pula di antara kapal-kapal karam. Perairan Natuna adalah salah satu tempat kapal-kapal masa lalu yang karam. Sejak ribuan tahun lalu, Natuna termasuk jalur pelayaran antarbangsa. Sebagian kapal karam di sekitar Natuna.

”Saya beberapa kali mengantar arkeolog dan kelompok pelancong menyelam di sekitar kapal karam,” ujar Zaharuddin, pelaku pariwisata Natuna.

Sebagian orang meneliti barang muatan kapal tenggelam (BMKT), sebagian lagi hanya menyelam dan berfoto-foto. Penyuka fotografi dapat merekam aneka hal di bawah permukaan laut, di laut, dan di daratan.

Sejak mulai berlayar hingga tiba di Senoa, ada banyak hal yang dapat direkam. Apabila suka merekam dari ketinggian, naiklah ke mercusuar yang sudah bertahun-tahun diabaikan. Namun, harus berhati-hati karena beberapa tangga hancur oleh karat.

Ada banyak tempat lain untuk merekam panorama Senoa. Bahkan, di bulan-bulan tertentu, penyu singgah lalu bertelur di sana. Siapkan baterai, media penyimpan, lensa, dan filter yang cukup agar tidak menyesal karena tidak merekam salah satu pemandangan di Senoa.

Perjalanan

Semua pengalaman itu dapat dimulai dengan terbang ke Batam atau Tanjung Pinang di Kepulauan Riau, atau Pontianak di Kalimantan Barat. Dari Batam, kecuali hari Minggu, ada penerbangan ke Ranai, ibu kota Natuna, yang terletak di Bunguran. Dari Tanjung Pinang, ada kapal singgah di Bunguran setiap 10 hari sekali. Siapkan bekal dan fisik untuk dua hari pelayaran dari Tanjung Pinang ke Bunguran.

Sementara dari Pontianak, harus menempuh perjalanan delapan jam ke Sintete, lalu naik kapal sedikitnya selama 36 jam perjalanan ke Bunguran. Anggaplah sebagai kesempatan menikmati nuansa liburan yang benar-benar baru.

Apabila sudah sampai Bunguran, pergilah ke Desa Sepempang. Di desa tersebut ada banyak perahu yang dapat disewa menuju Senoa. Pada akhir pekan, perahu bisa disewa bersama-sama dengan penumpang lain. Di hari lain, harus menyewa sendiri. Perahu dapat mengangkut hingga 15 orang, ditambah muatan lain.

Tarif sewa perahu rata-rata Rp 300.000 per hari dan dapat dipakai dari pagi sampai malam. Rute pelayaran bebas, selama tidak lebih dari satu mil di sisi terluar Senoa. (Kris R Mada)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 9 Oktober 2015, di halaman 22 dengan judul "Dua Sisi Senoa".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Travel Update
Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Travel Update
Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Travel Update
Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Travel Update
Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Travel Update
Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Travel Update
Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

Jalan Jalan
Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Travel Tips
Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Travel Update
Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Travel Update
Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Travel Tips
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.