Nongkrong Sambil Cicipi Pizza Teri Balado di Lokal Halaman all - Kompas.com

Nongkrong Sambil Cicipi Pizza Teri Balado di Lokal

Kompas.com - 12/10/2015, 13:27 WIB
KOMPAS.com/Adhika Pertiwi Salah satu dinding yang menjadi ikon restoran Lokal, yaitu lukisan bertuliskan Jogjakarta yang kerap menjadi target foto para netizen

KOMPAS.com - Yogyakarta sebagai salah satu kota tujuan wisata kuliner tak selalu identik dengan makanan tradisional. Saat ini sudah banyak bermunculan restoran maupun kafe yang memanjakan lidah sekaligus memanjakan mata bagi pengunjungnya.

Restoran Lokal menjadi salah satu tujuan banyak anak muda untuk bercengkrama. Lokasi restoran yang terletak di pusat kota Yogyakarta ini menyatu dengan bangunan hotel Lokal di belakangnya.

"Biasanya restoran hotel kan hanya ditujukan untuk tamu yang menginap di hotel saja, kita ingin mengubah image itu. Jadi restoran lokal ini kami tujukan untuk masyarakat umum juga," ujar Gita Pitaloka, manajer Lokal Hotel & Restaurant.

Saat memasuki restoran ini, tamu langsung disambut dengan konsep desain interior rustic industrial. Furnitur yang didominasi dari bahan kayu yang dikreasikan minimalis membuat ruangan ini terasa unik.

KOMPAS.com/Adhika Pertiwi Menu Grilled Chicken dan minuman Lokal Pop menjadi salah satu favorit pengunjung resto yang berlokasi di Jalan Jembatan Merah No 104C, Yogyakarta
"Salah satu alasan kami menamai hotel dan resto ini dengan nama Lokal adalah karena kami berusaha sebisa mungkin menggunakan produk lokal ke dalam desainnya. Termasuk penggunaan ubin kunci berwarna-warni dan juga lukisan dinding karya mahasiswa ISI (Institut Seni Indonesia)," ujar Gita.
Restoran ini memiliki satu dinding yang akan memikat mata pengunjung saat memasuki ruangan, yaitu dinding putih polos yang dilukis dengan pola warna-warni bertuliskan "Jogjakarta".

"Banyak anak muda yang datang ke sini setelah tahu dari posting-an temannya di media sosial yang berfoto di beberapa sudut resto. Itu mungkin yang membuat resto ini selalu ramai untuk nongkrong tiap harinya," kata manajer restoran yang berdiri sejak tahun 2014 ini.

Makanan yang disajikan di restoran ini terdiri dari berbagai jenis, mulai dari makanan lokal, makanan Asia, hingga western. Gita mengakui, meskipun banyak menu western tetapi chef berusaha untuk menggunakan bahan-bahan lokal untuk diolah.

"Dengan menggunakan bahan lokal membuat kami bisa memberi harga yang terjangkau dompet mahasiswa tanpa mengurangi kualitas rasanya. Salah satu yang jadi favorit adalah nasi goreng roa dan grilled chicken," kata Gita.

KOMPAS.com/Adhika Pertiwi Salah satu sudut ruangan di restoran Lokal yang didominasi dengan ubin kunci dan lukisan tangan beraneka warna.
Grilled chicken disajikan dengan plating yang menarik, yaitu potongan kentang goreng berbentuk kubus dengan daging ayam panggang dengan saus krim. Di atas daging ayam, terdapat onion ring dan potongan smooked beef sebagai pelengkap.

Untuk sajian minum, selain jus buah, kopi, maupun smoothies, restoran ini juga menyajikan minuman Lokal Pop. Yaitu minuman mocktail lokal dengan isian apel, jeruk, pepaya, dan sedikit kayu manis. Anda bisa menikmati makanan sekelas hotel di restoran ini mulai dari harga Rp 18.000 hingga Rp 70.000.

"Tamu restoran juga bisa mencoba teri balado piza, yaitu lapisan adonan piza tipis yang diberi topping teri balado, keju, dan saus margherita. Ini kreasi kami untuk memadukan citarasa piza dengan masakan lokal Indonesia," ujar Gita.

Restoran yang beralamat di Jalan Jembatan Merah Nomor 104C ini beroperasi mulai dari pukul 06.30 pagi hingga 11.00 malam setiap harinya. Khusus untuk hari Jumat hingga Sabtu, buka hingga pukul 01.00 dini hari.


Page:
EditorNi Luh Made Pertiwi F

Close Ads X