Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 12/10/2015, 15:09 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F

JAMBI, KOMPAS.com - Pelaksanaan Festival Batanghari terpaksa ditunda karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti daerah itu.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi Dendy Denmark di Jambi, Sabtu (10/10/2015), mengatakan, Festival Batanghari rencananya akan digelar pertengahan Oktober 2015.

"Rencana awalnya akan diadakan pada pertengahan Oktober ini, tapi karena kabut asap, pemerintah memutuskan untuk menunda jadwal menjadi tanggal 25-28 November 2015," kata Dendy.

Dia menjelaskan, Festival Batanghari itu merupakan hiburan rakyat yang akan diadakan di ruang terbuka yakni di tepian sungai Batanghari. Festival sendiri akan menampilkan berbagai hiburan seni budaya Provinsi Jambi.

"Festival Batanghari ini diadakan di ruang terbuka, kan kasihan masyarakat yang menyaksikan harus menggunakan masker, dan itu bisa mengganggu kenyamanannya pengunjung," katanya.

Selain itu, kabut asap yang juga mengganggu aktivitas penerbangan akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan dari luar daerah, apalagi kata dia, pada Festival Batanghari tersebut juga akan mengundang dari pihak Kementrian Pariwisata.

"Kita takutkan kalau tidak ditunda, nanti tamu-tamu kita yang dari luar akan terganggu dan membutuhkan waktu lama ke Jambi karena harus menempuh jalur darat, makanya kami sepakat untuk menunda event itu," katanya menjelaskan.

Tak hanya itu, dalam Festival tersebut, pihaknya berharap akan meningkatkan kunjungan wisatawan karena akan memamerkan objek wisata disejumlah kabupaten di Provinsi Jambi.

"Nanti ada juga pameran pariwisata, Festival ini juga dalam rangka kita mempromosikan pariwisata unggulan Jambi agar lebih dikenal oleh wisatawan asing," katanya menambahkan. (Dodi Saputra)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca tentang
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Negara Anggota ASEAN, Berikut Daftar Lengkapnya

11 Negara Anggota ASEAN, Berikut Daftar Lengkapnya

Jalan Jalan
Semesta's Gallery di Jakarta Selatan, Bisa Mampir Sekaligus Healing

Semesta's Gallery di Jakarta Selatan, Bisa Mampir Sekaligus Healing

Jalan Jalan
Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Main ke Skywalk Kebayoran Lama, Bisa Mampir 7 Spot Wisata Ini

Jalan Jalan
Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Lion Air Tambah Frekuensi Penerbangan Umrah dari Padang-Arab Saudi

Travel Update
Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Skywalk Kebayoran Lama Terpanjang di Jakarta, Ketahui 3 Faktanya

Jalan Jalan
Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Event Makin Banyak, Menparekraf Ingatkan Penyelenggara Dapat Vaksin Booster Kedua

Travel Update
Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata IniĀ 

Naik Kereta Api Pertama di Sulawesi, Bisa Mampir ke Tempat Wisata IniĀ 

Jalan Jalan
[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

[POPULER TRAVEL] Solo Safari Dibuka | Lokasi Syuting The Last of Us

Travel Update
Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Shirakawa Go, Desa Tradisional di Jepang yang Jadi Warisan Budaya UNESCO

Travel Update
Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Kondisi Terkini Pantai Gesing di Gunungkidul, Tak Ada Lagi Pasir Putih

Travel Update
Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Panduan Bersepeda di Shimanami Kaido, Jepang yang Banyak Digemari Turis Indonesia

Jalan Jalan
15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

15 Daftar Negara Paling Bahaya untuk Penerbangan di Dunia

Travel Tips
5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

5 Tips Berkunjung ke Solo Safari, Bawa Kamera atau Lensa Zoom

Travel Tips
Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Cara Naik Kereta Panoramic Keberangkatan Bandung dan Surabaya Gubeng

Travel Update
Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Jalan ke Kafe Viral di Bromo Rawan Kecelakaan, Polisi: Jangan Pakai Matik

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+