Kompas.com - 16/10/2015, 07:21 WIB
Kunjungan wisatawan di obyek wisata Pura Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAKunjungan wisatawan di obyek wisata Pura Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015).
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali mengharapkan ada kepastian pihak-pihak yang akan mengawasi pelaksanaan kegiatan pariwisata berbasis budaya untuk masing-masing tingkatan.

Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, di Denpasar, Kamis (15/10/2015), mengatakan setelah mencuat polemik kasus ritual penyucian pasangan sejenis yang dilakukan di salah satu hotel di kawasan Ubud, Gianyar, belum lama ini, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pariwisata.

"Di Bali apa sih tidak simbol? Warna pun simbol. Sekarang pelaku lebih berhati-hati untuk masuk wilayah adat dan budaya setelah kasus itu," ucap Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati yang akrab dipanggil Cok Ace itu.

AFP PHOTO / SONNY TUMBELAKA Kontestan Miss World 2013 berdoa di Pura Agung Besakih di Karangasem, Bali, 11 September 2013. Final Miss World akan berlangsung 28 September 2013.
Oleh karena itu, lanjut Cok Ace, pihaknya mengharapkan ada kepastian pihak-pihak yang akan mengontrol kegiatan wisata yang berkaitan dengan adat dan budaya Bali.

"Misalnya untuk di tingkat desa, yang mengontrol itu tokoh di desa bersangkutan ataukah desa lainnya. Ambillah contoh, bule yang masuk ke pura kan juga dipercikkan tirta atau air suci. Jadi tinggal sekarang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan," kata Cok Ace yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali itu.

Menurut mantan Bupati Gianyar itu, setelah kasus di Ubud, pelaku pariwisata menjadi takut menyentuh adat dan budaya karena jangan-jangan dianggap penistaan dan penodaan agama.

Pelaku pariwisata, sementara ini menjadi berupaya menghindari penggunaan simbol-simbol budaya dan adat karena dipandang isunya menjadi lebih sensitif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS.COM/NI LUH MADE PERTIWI F Taman Ujung di Karangasem, Bali.
"Andaikata ini terus-terusan ada ketidakpastian, di satu sisi budaya sebagai daya tarik, namun nanti akan terjadi pergeseran tren pariwisata," ujar Cok Ace

Di sisi lain, PHRI Bali beberapa waktu lalu juga sudah mengadakan diskusi dengan mengundang jajaran Majelis Utama Desa Pakraman dan Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali. "Dari MUDP Bali mengatakan akan mengadakan rapat lanjutan untuk membahas hal tersebut," tambah Cok Ace.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Kitagawa Pesona Bali, Tempat Wisata Bernuansa Pulau Dewata di Wonogiri

Jalan Jalan
Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Ancol Belum Terima Wisatawan Usia di Bawah 12 Tahun Saat Libur Maulid

Travel Update
Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Wisatawan di Bantul Diharapkan Tunjukkan Kartu Vaksin Jika Susah Akses PeduliLindungi

Travel Update
Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Dari Sejarah hingga Budaya, Temukan 4 Kegiatan Harmonis di Desa Wisata Kampung Majapahit

Jalan Jalan
Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Syarat Terbaru Naik Pesawat, Wajib Tes PCR walau Divaksin Dosis Lengkap

Travel Update
DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

DAMRI Buka Rute Baru untuk Perjalanan Yogyakarta-Jakarta PP

Travel Update
Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Turis Asing Wajib Punya Asuransi Rp 1,4 Miliar Dirasa Berat, Ini Tanggapan Sandiaga

Travel Update
Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Harga Paket Karantina di Hotel untuk Turis Asing di Bali Masih Digodok

Travel Update
Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Turun ke PPKM Level 2, Wisata Yogyakarta Boleh Buka dengan Syarat

Travel Update
Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Ada Rencana Sambutan untuk Turis Asing Pertama yang Tiba di Bali

Travel Update
Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Penerbangan Reguler dari Luar Negeri ke Bali Masih Sepi, Kemenparekraf Gencarkan Promosi

Travel Update
Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Ganjil Genap Diterapkan di Puncak dan Sentul Bogor, Antisipasi Libur Nasional.

Travel Update
PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

PPKM Level 2, Sebagian Besar Wisata Gunungkidul Siap Dikunjungi

Travel Update
Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Sandiaga Angkat Bicara Soal Bali yang Masih Sepi Turis Asing

Travel Update
Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Hanya Turis Asing Berpaspor dari 19 Negara yang Bisa Langsung ke Bali dan Kepri

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.