Kompas.com - 18/10/2015, 08:43 WIB
Parade kostum bertema 'The Usingnese Royal Wedding' pada Banyuwangi Ethno Carnical 2015 yang diadakan di Taman Blambangan Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2015). KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATIParade kostum bertema 'The Usingnese Royal Wedding' pada Banyuwangi Ethno Carnical 2015 yang diadakan di Taman Blambangan Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2015).
|
EditorI Made Asdhiana
BANYUWANGI, KOMPAS.com - Ratusan model menampilkan parade kostum bertema “The Usingnese Royal Wedding” pada Banyuwangi Ethno Carnical 2015 yang diadakan Sabtu (17/10/2015) di Taman Blambangan Banyuwangi, Jawa Timur.

Pergelaran ini diawali tari Gandrung kolosal. Setelahnya, disambung prosesi ritual adat kemanten Using yakni perang bangkat. Sebuah ritus adat yang dilakukan dalam acara pernikahan (mantenan) apabila kedua mempelainya adalah anak terakhir atau anak 'munjilan'.

Pada tradisi ini, keluarga mempelai laki-laki memberikan uba rampe kepada keluarga mempelai perempuan. Ubo rampe juga dilengkapidengan kembang mayang, bantal yang dibungkus dengan tikar dan seekor ayam betina yang sedang mengerami telurnya.

Pada tradisi masyarakat Using dikenal tiga jenis busana pengantin yaitu Sembur Kemuning, Mupus Braen Blambangan, dan Sekar Kedaton Wetan.

Sembur Kemuning mewakili masyarakat pesisiran Banyuwangi yang didominasi dengan warna kuning, orange dan ungu. Sementara Mupus Braen Blambangan yang didominasi warna merah, hitam dan emas merupakan upacara adat pengantin masyarakat kelas menengah.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Banyuwangi Ethno Carnical 2015 yang diadakan Sabtu (17/10/2015) di Taman Blambangan Banyuwangi, Jawa Timur.
Sedangkan Sekar Kedaton Wetan merupakan upacara adat untuk pengantin kaum bangsawan dengan warna pakaian yang  didominasi hijau dan perak.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Esthy mengapresiasi Banyuwangi yang dinilai sangat memperhatikan pengembangan wisata dan budaya daerahnya.

“Pariwisata sudah terbukti mampu menjadi penggerak ekonomi suatu negara. Maka tak salah bila Banyuwangi fokus dalam hal ini, karena imbasnya meningkatkan ekonomi warga,” kata Esthy.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.