Kompas.com - 18/10/2015, 13:27 WIB
Sejumlah warga di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menggelar tradisi helaran budaya sedekah bumi, Kamis (15/10/2015) - Sabtu (17/10/2015). Kreatifitas, swadaya, dan kekuatan gotong royong melestarikan tradisi leluhur, menjadikan desa paling ujung ini sejak lama ditetapkan sebagai Desa Wisata. KOMPAS.COM/MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSejumlah warga di Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menggelar tradisi helaran budaya sedekah bumi, Kamis (15/10/2015) - Sabtu (17/10/2015). Kreatifitas, swadaya, dan kekuatan gotong royong melestarikan tradisi leluhur, menjadikan desa paling ujung ini sejak lama ditetapkan sebagai Desa Wisata.
KUNINGAN, KOMPAS.com – Malam tak menyurutkan semangat untuk berkumpul. Justru malam itu, Jumat (16/10/2015) dimanfaatkan warga, balita, remaja, muda hingga lansia, untuk bersama-sama “ngariung” di depan balai Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Mereka menggelar malam seribu obor, yang menjadi runtutan tradisi "helaran" atau pawai budaya. Amangkurat atau sesepuh desa, mulai membagikan cahaya dari api bibit, ke obor kepala desa, ketua RW, RT, dan menyambar ke seluruh warga. Setelah itu, mereka dengan tabuhan genjring, dan tarian khas, bersama-sama mengelilingi desa hingga menuju di lapang desa.

Obor yang dibawa, kemudian diletakkan di sekeliling lapang hingga membuat suasana terang benderang. Api bibit yang dibawa amangkurat kembali dipakai untuk menyalakan obor raksasa, sebagai simbol penerang kehidupan masyarakat Cibuntu.

Tak berhenti di malam hari, helaran sedekah bumi Desa Cibuntu memasuki puncaknya di pagi hari. Para warga kembali mengerumuni balai desa. Mereka menggunakan seragam pakaian adat, membawa berbagai macam makanan, disertai tetenong alias tempat makan khas yang dibuat dari daun kelapa.

Meski hanya satu desa, helaran terlihat semarak, dan sangat ramai. Dengan beragam jenis makanan matang, dan buah-buahan, mereka mengelilingi desa, dan kembali bermuara di lapangan.

Puncak acara, Bupati Kuningan Utje Hamid Suganda bersama amangkurat dan kepala desa, menyiramkan “Air Kahuripan” alias air kehidupan pada benih padi yang akan dipakai untuk menanam pada masa mendatang. Setelah itu, seluruh warga tumpah ruah untuk menikmati seluruh hidangan yang telah dibawa secara bersama-sama.

Haji Awam Hamara, Kepala Desa Cibuntu, menyebut, helaran budaya sedekah bumi tak lain adalah ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dan berkah. Selain itu, tradisi ini merupakan sebuah upaya mempererat tali silaturahim seluruh warga desa, pengunjung, hingga wisatawan asing.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tradisi ini sudah berlangsung sejak lama. Seiring berkembangnya waktu, tiap agenda dikemas dengan tampilan yang lebih kreatif, menarik, dan unik. Ingat, kegiatan selama tiga hari ini, seluruhnya adalah swadaya masyarakat,” kata Awam usai menggelar puncak acara, Sabtu (17/10/2015).

Awan menyebut, para warga tanpa perintah, menyadari, gotong royong dan kebersamaan ini sebagai identitas Desa Cibuntu. Ia berharap, kerukunan dan rasa kekeluargaan yang tumbuh di Desa Cibuntu juga tertanam di seluruh desa penjuru Indonesia, agar terhindar dari segala perpecahan.

Dengan suka cita, tiap warga mengikuti tradisi helaran budaya, sedekah bumi, di lembah Gunung Ciremai. Tradisi yang dilestarikan dengan kreatifitas dan swadaya masyarakat ini, membuat desa terujung, yang langsung menyambung dengan hutan Gunung Ciremai, sejak lama ditetapkan sebagai Desa Wisata, di Kabupaten Kuningan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

10 Maskapai Penerbangan Paling Tepat Waktu Se-Asia Pasifik 2021, Indonesia Termasuk

Travel Update
PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

PT KAI Luncurkan KA Nusa Tembini Jurusan Cilacap-Yogya 2 Juli 2021

Travel Update
Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Tebing Laut Ngungap Gunungkidul, Obyek Wisata Alam Tebing dan Lautan

Jalan Jalan
Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Penerbangan Misterius di Korea Selatan Laris Manis, Ditumpangi Belasan Ribu Penumpang

Travel Update
Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Jangan Nekat, Wisatawan Jakarta Dilarang ke Bandung Selama Sepekan

Travel Update
Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Malindo Air Mulai Uji Coba IATA Travel Pass

Travel Update
Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Paket Wisata Vaksin, Turis Indonesia Berkesempatan Dapat Vaksin Covid-19 di AS

Travel Update
4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

4 Aktivitas Seru Saat Wisata ke Taman Langit Malang

Jalan Jalan
30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

30 Wisata Hits di Malang 2021, Banyak Spot Foto Kekinian

Jalan Jalan
8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

8 Desa Wisata di Sumba Timur NTT, Cocok untuk Wisata Alam dan Budaya

Travel Update
Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Kenapa Edelweis Tidak Boleh Dipetik? Ini 10 Fakta Menarik Si Bunga Abadi

Travel Update
AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

AirAsia Beri Promo Gratis Bagasi 15 Kilogram, Ini Caranya

Travel Promo
Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Asyik! Wisatawan Indonesia Sudah Bisa Liburan ke Perancis

Travel Update
Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jam Buka dan Harga Tiket Kebun Binatang Jurug Kota Solo 2021, Ada Diskon

Jalan Jalan
5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

5 Tempat Wisata Malang Terbaru 2021, Cocok Dikunjungi Saat Akhir Pekan

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X