Subak Jadi Model untuk Situs di Kawasan Asia Tenggara

Kompas.com - 21/10/2015, 17:08 WIB
Petani beraktivitas di sawahnya yang berundak di Tegalalang, Ubud, Bali, Minggu (7/4/2013). Sawah berundak dan aktivitas petani menjadi pemandangan yang banyak menarik wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke Bali. Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Pelestarian Sedunia pada 2017 mendatang yang akan berlangsung di Ubud, Bali. KOMPAS/HERU SRI KUMOROPetani beraktivitas di sawahnya yang berundak di Tegalalang, Ubud, Bali, Minggu (7/4/2013). Sawah berundak dan aktivitas petani menjadi pemandangan yang banyak menarik wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke Bali. Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Konferensi Pelestarian Sedunia pada 2017 mendatang yang akan berlangsung di Ubud, Bali.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
DENPASAR, KOMPAS.com- Lansekap Budaya Provinsi Bali yaitu Subak dijadikan salah satu contoh dan model untuk situs-situs lainnya di kawasan Asia Tenggara. Menurut Dirjen Kebudayaan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Kacung Marijan, lansekap budaya di Bali harus terintegrasi.

"Pengelolaan the Culture Landscape of Bali harus terinteragsi, menyeluruh, dan lintas sektoral yang melibatkan kementerian terkait. Tidak hanya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tapi juga Kementrian Pariwisata," kata Kacung Marijan, saat acara workshop dari UNESCO, bertajuk "Dalam Pariwisata Berkelanjutan di Situs Warisan Budaya Dunia", di Denpasar, Rabu (21/10/2015).

Menurut Marijan, dalam pengelolaannya juga harus melibatkan pemerintah tingkat provinsi dan juga kabupaten. Pengelolaan yang terintegrasi haruslah menjamin pelestarian di aspek warisan benda maupun warisan hidup, atau tak benda dari situs warisan budaya dunia. Masyarakat adalah inti dari sistem Subak.

Shahbaz Khan, Direktur UNESCO Jakarta mengapresiasi Kemendikbud, Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Provinsi Bali dalam melestarikan dan mengelola situs budaya Bali. "Forum ini untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam upaya menjamin kelangsungan pariwisata di situs warisan dunia. Pariwisata dan warisan budaya yang bertanggung jawab akan mendukung pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat," kata Shahbaz Khan.

Sementara Hari Utomo Drajat, Staf Ahli Mentri Pariwisata, Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa pentingnya pengembangan strategi pariwisata budaya yang berkelanjutan yang melibatkan masyarakat untuk mempertimbangkan pengentasan kemiskinan dan membawa manfaat ekonomi.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X