Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wow, Hidangan Sapi Jepang ini Dimasak Selama 6 Jam

Kompas.com - 22/10/2015, 09:20 WIB
Jonathan Adrian

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Braised Wagyu Short Rib with Red Wine Sauce jadi salah satu menu andalan Vin+ di Street Gallery, Pondok Indah Mall (PIM), Jakarta Selatan. Hidangan ini dimasak hingga lebih dari 3 hari hingga bisa tersaji di piring. "Memasaknya harus pakai hati memang," ujar Chef Vin+ PIM dan Kemang, Deni Sugiarto.

Wagyu adalah sebutan untuk sapi Jepang. Bagian yang digunakan untuk hidangan ini ialah daging iga di bawah dada. Daging direndam dalam larutan bumbu hingga menyerap, lalu dimasak slow coocked pada suhu 80 derajat selama 6 jam.

Untuk memasak sausnya lebih lama lagi. Butuh waktu lebih dari 3 hari. Kaldu dibuat dari tulang sapi yang direbus dalam air hingga menyusut, lalu ditambah air dan direbus lagi hingga menyusut, terus seperti ini hingga menjadi 'beef ju' semacam gelatine.

Kemudian dicampur dengan bawang dan bumbu pelengkap lalu ditambah red wine yang alkoholnya sudah diuapkan terlebih dahulu. Saus dan daging wagyu disajikan bersama potato purray (semacam kentang halus), erinji (jamur Jepang), dan bawang.

Saat KompasTravel mencoba, aroma daging sangat kuat di mulut. Sausnya juga pekat dan gurih, sedikit saja disentuhkan ke permukaan bawah daging cukup untuk memperkuat rasa daging. Tekstur iga tidak alot, mudah terurai di mulut dan mudah ditelan.

Harga seporsi Braised Wagyu Short Rib with Red Wine Sauce Rp 220.000. Vin+ terletak di lantai satu Street Gallery, Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan. Selain hidangan utama, Vin+ juga menawarkan beragam menu wine seperti Red Shangria.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Arus Balik, Jumlah Penumpang di Bandara Depati Amir Bangka Belitung Naik Signifikan

Travel Update
Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary Seharian di Danau Maninjau, Bisa Kemana Aja?

Itinerary
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka: Lokasi, Jam Buka, Harga Tiket Terkini

Jalan Jalan
Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Wahana Baru Garden Trem di Wisata Selecta Kota Batu Diserbu Pengunjung

Travel Update
Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Bukit Paralayang, Favorit Baru Saat Libur Lebaran di Gunungkidul

Travel Update
85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

85.000 Orang Berkunjung ke Pantai Anyer Selama 2 Hari Libur Lebaran

Travel Update
KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Gambir PP untuk Arus Balik Lebaran 2024

Travel Update
Sri Sultan HB X Gelar 'Open House' untuk Umum Pekan Depan

Sri Sultan HB X Gelar "Open House" untuk Umum Pekan Depan

Travel Update
5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

5 Agenda TMII Hari Ini: Atraksi Bakar Batu Papua dan Air Mancur Menari Spesial

Travel Update
Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Bandara Ngurah Rai Layani 69.000 Penumpang Hari Ini, Puncak Arus Balik 

Travel Update
10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

10 Kereta Api Jarak Jauh Favorit untuk Angkutan Lebaran 2024

Travel Update
6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

6 Aktivitas di Wisata Panorama Boyolali, Mandi di Air Terjun

Travel Tips
Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Libur Lebaran, Wisatawan di Gunungkidul Sudah Mencapai 60.000 Orang

Hotel Story
 Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Viral Video Turis Indonesia Rusak Pohon Sakura di Jepang, Ini Etikanya

Travel Update
8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

8 Syarat Mendaki Gunung Slamet usai Lebaran 2024, Wajib Surat Sehat

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com