Kompas.com - 24/10/2015, 19:48 WIB
EditorI Made Asdhiana
PALEMBANG, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) Putu Supadma Rudana mengatakan seluruh museum yang ada di Indonesia harus diberdayakan karena selama ini belum begitu diperhatikan.

"Museum yang ada dan tersebar di Indonesia keberadaannya hanya tempat untuk menampung warisan budaya dan belum begitu diperhatikan pengelolaannya," kata Putu usai menghadiri pameran senjata tradisional se-Sumatera di Museum Negeri Balaputra Dewa di Palembang, Rabu (21/10/2015) lalu.

Menurut Putu, kurangnya perhatian terhadap meseum mengakibatkan sering terjadi warisan budaya dalam gedung tersebut hilang.

"Ini diharapkan tidak terulang lagi bila perhatian terhadap museum lebih maksimal terutama mengenai anggaran pengelolaan tempat benda bersejarah tersebut," ujarnya.

SERAMBI/M ANSHAR Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Aceh, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang.
Apalagi, lanjut Putu, warisan budaya di Indonesia banyak dan beraneka ragam dan itu umumnya tersimpan dalam museum.

"Bukan itu saja, peninggalan sejarah berbagai daerah di Indonesia ada yang masih berada di museum luar negeri," katanya.

Putu memaparkan, saat ini AMI terus memperjuangkan undang-undang tentang museum sehingga Indonesia tidak tertinggal.

Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumsel, Fahlevi Maizano mengatakan memang perlu anggaran yang lebih besar dalam mengelola museum di daerah termasuk Sumsel.

"Bahkan perlu perjuangan bersama supaya pengelolaan museum itu dianggarkan melalui dinas terkait," ujarnya.

Menurut Fahlevi, museum merupakan tempat menyimpan koleksi peninggalan sejarah sehingga keberadaannya harus lebih maksimal.

KOMPAS/RADITYA HELABUMI Bagian tengah bangunan Museum Benteng Heritage di Pasar Lama, Kota Tangerang, Banten.
Apalagi koleksi peninggalan sejarah di daerah ini cukup banyak seperti senjata tradisional yang dimiliki daerah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel menggelar pameran senjata tradisional se-Sumatera dengan menampilkan 95 koleksi senjata dari berbagai provinsi.

Sementara Kepala Museum Negeri Balaputra Dewa Sumsel, Thantoni EJ Permana mengatakan pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan senjata tradisional yang ada di daerah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Antara


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.