Kompas.com - 29/10/2015, 18:15 WIB
Kabut menggantung di puncak Gunung Parang terlihat dari area wisata alam Badega Gunung Parang, Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (27/2/2015). KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESKabut menggantung di puncak Gunung Parang terlihat dari area wisata alam Badega Gunung Parang, Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (27/2/2015).
|
EditorI Made Asdhiana
PURWAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Parang menawarkan berbagai aktivitas wisata minat khusus yang dapat dicoba para wisatawan ketika berkunjung. Contoh beberapa aktivitas tersebut seperti panjat tebing, mendaki gunung, dan berkemah.

Ketika sampai di Puncak Gunung Parang, para wisatawan dapat melihat pemandangan Waduk Jatiluhur, gunung-gunung batu andesit, pemukiman masyarakat Kabupaten Purwakarta, dan juga sawah-sawah yang menghampar. Namun kapankah waktu terbaik untuk berkunjung ke Gunung Parang?

"Kalau rata-rata musim pemanjatan di bulan kemarau. Dari bulan Maret sampai Oktober," kata Kepala Badega Gunung Parang, Wawan Lukman Hidayat kepada KompasTravel saat ditemui di Purwakarta beberapa hari yang lalu.

Wawan mengatakan pada bulan-bulan tersebut, para wisatawan yang ingin memanjat tebing dan mendaki gunung tak perlu khawatir dengan hujan. Dengan demikian, para wisatawan lanjut dia, dapat menikmati ketika berwisata di Gunung Parang dengan nyaman.

KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT Jalur trekking puncak Gunung Parang, Desa Pasanggrahan, Tegalwaru, Purwakarta, Jumat (27/2/2015). Wisata alam hutan dan tebing gunung api purba ini jarang dikenal, meskipun hanya berjarak sekitar 70 kilometer dari ibu kota Jakarta.
"Kalau kering kan gak licin pas manjat atau mendaki. Pemandangan juga bisa terlihat," katanya.

Ia menambahkan untuk musim hujan di Gunung Parang, biasanya turun mulai bulan November hingga Februari. Wawan tidak menyarankan untuk berwisata ke Gunung Parang khususnya mendaki gunung.

"Kalau hujan, jalur pendakiannya licin. Apalagi lewat Desa Pesanggrahan," jelasnya.

Para wisatawan kini dapat mencoba dua jalur pendakian menuju Puncak Gunung Parang Tower Satu yakni lewat jalur Taraje dan jalur Desa Pesanggrahan.

Untuk aktivitas panjat tebing, wisatawan dapat mencoba memanjat di tiga sisi Gunung Parang.

Gunung Parang terletak di Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dan juga terletak di dekat Waduk Jatiluhur.

Gunung Parang yang merupakan jenis gunung batu dengan jenis batu andesit memiliki tiga puncak yang masing-masing memiliki perbedaan ketinggian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Aturan Terbaru Naik Pesawat Lion Air, Batik, dan Wings per 18 Mei 2022

Travel Update
Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Kulon Progo Kembali Bikin Tiga Film Berlatar Tempat Wisata, Jadi Ajang Promosi

Travel Update
Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Gurun Pasir Putih di Mesir yang Unik dan Indah, Mirip Area Bersalju

Jalan Jalan
Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Sering Ingin Kentut Saat Naik Pesawat, Ini Alasan dan Cara Mencegahnya

Travel Update
Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Limbah Restoran di Labuan Bajo Dibuang Sembarangan, Cederai Konsep Pariwisata Berkelanjutan

Travel Update
Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Taman Gandrung Terakota, Taman Unik Tempat 1.000 Penari di Banyuwangi

Jalan Jalan
10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

10 Mal Terbesar di Dunia, Banyak yang dari Thailand dan China

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Kebun Raya Bogor Resmikan Wahana Baru Griya Anggrek

Travel Update
15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

15 Wisata Bantul Yogyakarta dengan Pemandangan Alam Instagramable

Jalan Jalan
Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Pemerintah Kota Yogyakarta Siapkan Jalur Skuter Listrik di Kotabaru

Travel Update
Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Wisata ke Rowo Bayu Banyuwangi, Diduga Lokasi Asli KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Rahasia Ruangan yang Terkunci di Taj Mahal, Benarkah Ada Kuil Hindu?

Jalan Jalan
8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

8 Motif Batik Betawi dari Jakarta yang Bernilai Sejarah dan Budaya

Jalan Jalan
Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Festival Dugong di Alor NTT, Upaya Pemulihan Ekonomi lewat Pariwisata

Travel Update
11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

11 Tempat Wisata di Jepang buat Pecinta Anime dan Manga

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.