Kompas.com - 31/10/2015, 17:08 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
PURWAKARTA, KOMPAS.COM - Gunung Parang menjadi salah satu obyek wisata alam yang menawarkan pendakian untuk para wisatawan. Salah satu jalur pendakian yakni Taraje adalah rute terbaru untuk mendaki Gunung Parang di Purwakarta. Berikut informasi jalur pendakian terbaru Gunung Parang yang telah dibuka sejak bulan Agustus lalu.

Kepala Pengelola Badega Gunung Parang, Wawan Lukman Hidayat mengatakan jika nama Taraje diambil dari Bahasa Sunda yang berarti tangga. Wisatawan akan melewati beberapa jalur dari akar-akar pohon yang membentuk tangga secara alami.

"Jalur Taraje, itu kita ngikutin jalur orang tua dulu ngambil gadung. Gadung itu semacam umbi-umbian," kata Wawan saat diwawancarai KompasTravel di Purwakarta, pekan lalu

Wawan menjelaskan umbi-umbian tersebut banyak terdapat di Gunung Parang dan menjadi bahan makanan pokok masyarakat Purwakarta sebelum beras. Kemudian, dahulu masyarakat Purwakarta mendaki dengan acara bergelantungan di akar-akar pohon sebagai pegangan. Oleh karena itu, ia terinspirasi untuk membuka jalur kembali Taraje untuk dapat didaki oleh para wisatawan.

Dengan kesesuaian sejarah jalur pendakian dan arti dalam Bahasa Sunda, maka Badega Gunung Parang memilih nama Taraje untuk jalur pendakian tersebut. Kemudian titik akhir pendakian melalui jalur Taraje ini adalah puncak Gunung Parang Tower Satu yang berketinggian sekitar 980 meter di atas permukaan laut (mdpl).

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Titik awal jalur pendakian Gunung Parang terbaru bernama Taraje di sisi selatan gunung. Para wisatawan dapat melewati jalur Taraje untuk menuju Puncak Gunung Parang Tower Satu.

Wawan mengatakan wisatawan mulai mendaki di pintu pendakian jalur Taraje yang berketinggian sekitar 100 mdpl. Kemudian, pendakian akan dilanjutkan menuju titik pendakian selanjutnya yang bernama Batu Datar Cangkuang yang berketinggian sekitar 400 mdpl. Di titik terakhir pendakian, para wisatawan akan tiba di Puncak Gunung Parang Tower Satu dengan ketinggian sekitar 980 mdpl.

"Dari titik awal sampai Batu Datar, perlu waktu kira-kira 30 menit. Dari Batu Datar ke puncak kira-kira satu jam," tambah Wawan.

Untuk medan yang ditempuh setelah dibuka menjadi jalur pendakian, Wawan mengatakan telah dibuat tangga dari kayu-kayu pepohonan. Adapun di sebelah kanan, terdapat pegangan untuk tangan. Kemudian di bagian dasar, kayu-kayu pohon disusun agar dapat dipijak.

Pantauan KompasTravel, di titik awal pendakian terdapat satu spanduk bertuliskan "Wilujeng Sumping di Wisata Alam Badega Taraje Gunung Parang" yang terpancang dengan bambu. Di awal titik pendakian, bambu-bambu berjajar rapi membentuk tangga. Di sekitar area titik awal pendakian, juga terdapat bangku-bangku dari bambu dan juga meja-meja dari bambu serta petunjuk parkir kendaraan yakni moto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.