Kompas.com - 02/11/2015, 13:44 WIB
Astuti (kanan) dan Sariyah (kiri) menari di atas panggung di Desa Somakaton, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (19/2/2014). Dua penari lengger ini merupakan generasi penerus Dariah, seorang maestro lengger yang ada di Banyumas. KOMPAS/EDDY HASBYAstuti (kanan) dan Sariyah (kiri) menari di atas panggung di Desa Somakaton, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (19/2/2014). Dua penari lengger ini merupakan generasi penerus Dariah, seorang maestro lengger yang ada di Banyumas.
|
EditorI Made Asdhiana
SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera menerapkan cara untuk menarik wisatawan ke obyek-obyek wisata potensial. Salah satu yang dipersiapkan adalah paket pariwisata antar daerah.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Prasetyo Aribowo mengatakan, pihaknya saat ini sedang menyiapkan paket wisata untuk mensinergikan kawasan antar daerah. Paket itu untuk melihat dengan seksama potensi yang ada di daerah.

"Kami sudah petakan mana kabupaten yang punya potensi. Kita buat paket wisata. Misalnya di Banyumas raya buat paket wisata alam, antara Purbalingga dan Banyumas," kata Prasetyo kepada KompasTravel, Senin (2/11/2015).

Menurut dia, paket wisata akan membuat daerah tidak bekerja sendiri dalam melakukan promosi wisata. Paket wisata bisa diangkat bersama, serta biaya periklanan menjadi lebih murah.

"Prinsipnya nanti kita lihat mana yang bisa diangkat bersama-sama. Kalau diangkat sendiri-sendiri itu mahal," ucapnya.

Nantinya paket wisata itu bisa menarik atau tidak tergantung pemaketan wisatanya. Prasetyo mencoba untuk melakukan paket antara 2-3 hari itu untuk paket daerah bersama.

TRIBUNJATENG.COM/FAJAR EKO NUGROHO Desa Tanalum, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jateng, memiliki sedikitnya enam curug atau air terjun.
Hanya saja, pemaketan wisata perlu waktu, dan tidak bisa asal-asalan. Pihaknya saat ini tengah mengkaji antara harga, kualitas atraksi, serta jarak ke lokasi wisata.

"Kami serukan, ayo kabupaten dan kota, buat paket. Kalau punya wisata bagus, tapi tidak dikembangkan daya tariknya, orang hanya datang dan pergi saja nanti," katanya.

Pemprov Jateng pada 2016 ini juga berusaha mengarahkan anggaran infrastruktur untuk kepentingan pariwisata.

Gubernur Jateng sudah memerintahkan agar jalan menuju obyek wisata dibangun dengan baik. "Soal aksesibilitas, gubernur Jateng membantu mengatasi persoalan dengan bantuan infrastruktur," tambah Prasetyo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.