Ada Suku Baduy dalam Mal, Yuk Lihat Pernak-Perniknya...

Kompas.com - 14/11/2015, 08:01 WIB
Dua orang Suku Baduy, Eka dan rekannya menunjukkan hasil kerajinan yang dijual di pameran wisata √Źndie Travel Mart 2015 di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (13/11/2015). Wisatawan dapat membeli aneka kerajinan tangan seperti gelang, kalung, kain, cangklong, dan baju kurung yang dibawa oleh Suku Baduy di pameran tersebut. KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoDua orang Suku Baduy, Eka dan rekannya menunjukkan hasil kerajinan yang dijual di pameran wisata √Źndie Travel Mart 2015 di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (13/11/2015). Wisatawan dapat membeli aneka kerajinan tangan seperti gelang, kalung, kain, cangklong, dan baju kurung yang dibawa oleh Suku Baduy di pameran tersebut.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
JAKARTA, KOMPAS.com - Di antara para operator wisata yang ikut meramaikan pameran wisata "Indie Travel Mart 2015" di Cilandak Town Square, Jumat (13/11/2015), terselip satu stan yang menarik untuk dikunjungi. Stan tersebut diisi oleh empat orang dari Suku Baduy yang menjual pernak-pernik kerajinan tangan khas.

"Saya berempat datang ke sini diajak temen yang biasa bawa tamu ke Baduy. Di sini, diminta jualan," kata salah satu anggota Suku Baduy, Juli Serak kepada KompasTravel di Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (13/11/2015).

Juli mengaku telah berangkat dari kampung halamannya di Baduy Dalam sejak hari Rabu minggu lalu, (4/11/2015) menuju Cilandak Town Square. Ia tiba di Cilandak Town Square pada Rabu (11/11/2015) malam dan menginap di sebuah apartemen.

"Ya pertama kali jualan di sini," katanya.

Di sebuah meja yang disediakan oleh panitia, tas koja dari pohon tereup hasil kreasi masyarakat Baduy. Selain itu, Suku Baduy tersebut juga membawa tas kepek untuk dijual kepada para pengunjung pameran.

KOMPAS.com / Wahyu Adityo Prodjo Kerajinan dari Suku Baduy yang ada di pameran wisata Indie Travel Mart 2015, Cilandak Town Square, Jakarta, Jumat (13/11/2015). Wisatawan dapat membeli aneka kerajinan tangan seperti gelang, kalung, kain, cangklong, dan baju kurung yang dibawa oleh Suku Baduy di pameran tersebut.

Ada pula warna-warni kerajinan kain tenun yang ditampilkan di atas meja. Warna merah, kuning, biru, hijau, dan kombinasi warna lain dapat dilihat. Untuk jenisnya, ada yang berbentuk sarung, syal, dan kain bahan untuk dijahit.

Selain kain dan tas, juga terdapat pernak-pernik seperti gelang, gantungan kunci, kalung, cangklong, dan baju kurung. Gantungan kunci yang dijual oleh Juli berasal dari buah kluwak. Adapula cangklong yang biasa digunakan sebagai alat bantu menghisap rokok.

Untuk mendapatkan pernak-pernik dari Suku Baduy ini pengunjung dapat langsung membeli dan bawa pulang. Harga kain syal tenun dijual seharga Rp 60.000, kain tenun bahan untuk dijahit ukuran 2x1 meter seharga Rp 400.000, sarung seharga Rp 200.000, dan baju kurung seharga Rp200.000. Untuk kain ikat kepala Suku Baduy, Romal dijual dengan harga Rp 50.000.

Untuk gelang-gelang seharga mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 10.000, kalung batok kelapa seharga Rp 5.000, cangklong seharga Rp 5.000, tas kepek dan tas koja dijual dengan harga Rp 200.000.

Pameran pariwisata Indie Travel Mart 2015 diselenggarakan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan mulai hari Kamis (12/11/2015) pukul 10.00 - 22.00 WIB. Wisatawan tidak dikenakan biaya untuk masuk ke pameran wisata Indie Travel Mart 2015. Indie Travel Mart 2015 dilaksanakan hingga hari Sabtu (14/11/2015).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X