Kompas.com - 14/11/2015, 09:12 WIB
Warga mengikuti kirab dalam kegiatan tradisi Wiwitan yang ditujukan untuk mengawali masa panen raya di Dusun Kedon, Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (6/8/2014). Tradisi tersebut digelar sebagai wujud syukur atas berkah Tuhan yang berupa panen melimpah serta untuk menghormati Dewi Sri atau Dewi Kesuburan. Pada musim tanam ini, sebanyak 160 petani yang tergabung dalam kelompok tani Mandiri menggarap sawah seluas 20 hektare tersebut dan mampu menghasilkan 87,52 ton gabah kering panen. Hasil tersebut di atas target yang telah ditetapkan sebelumnya yakni 79,67 ton. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO FERGANATA INDRA RIATMOKOWarga mengikuti kirab dalam kegiatan tradisi Wiwitan yang ditujukan untuk mengawali masa panen raya di Dusun Kedon, Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (6/8/2014). Tradisi tersebut digelar sebagai wujud syukur atas berkah Tuhan yang berupa panen melimpah serta untuk menghormati Dewi Sri atau Dewi Kesuburan. Pada musim tanam ini, sebanyak 160 petani yang tergabung dalam kelompok tani Mandiri menggarap sawah seluas 20 hektare tersebut dan mampu menghasilkan 87,52 ton gabah kering panen. Hasil tersebut di atas target yang telah ditetapkan sebelumnya yakni 79,67 ton. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
EditorNi Luh Made Pertiwi F

BANTUL, KOMPAS.com - Warga pedukuhan Sompok dan Kedungmiri, Desa Sriharjo, Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan menggelar festival 'Sewu Kitiran' atau seribu baling-baling pada 14-15 November 2015.

"Event ini unik dan khas, di samping sebagai ajang kreasi serta pemberdayaan masyarakat, karena itu kami sangat mendukung," kata Kasi Destinasi dan Pengembangan Wisata Dinas Pariwisata DIY Aria Nugrahadi di Bantul, Jumat.

Menurut dia, Festival Sewu Kitiran yang diprakarsai Sekolah Vokasi UGM bersama warga Sompok dan Kedungmiri, Sriharjo yang didukung Dinas Pariwisata DIY ini merupakan event kedua sebab event pertama berlangsung pada 2014.

"Dinas Pariwisata DIY mendukung karena daerah Desa Sriharjo yang diapit dua tebing begitu indah serta layak dikunjungi wisata atau bisa dijadikan sebagai destinasi wisata baru," kata Aria.

Ia mengatakan, dalam festival tersebut, kitiran-kitiran hasil kreatifitas warga dan pihak pendukung dipajang di berbagai tempat dan akan dinilai dari sisi artistiknya.

"Geografisnya sangat mendukung sehingga kitiran tersebut sangat stabil berputar tertiup angin dan mengeluarkan berbagai bunyi-bunyian," kata dia.

Menurutnya, tidak hanya kitiran saja yang dilombakan, namun juga ada lomba masak thiwul (makanan tradisional) dan lomba foto, kemudian juga ditampilkan berbagai atraksi kesenian tradisional yakni Ketoprak, Gejok Lesung, Jathilan maupun karawitan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk keperluan pentas juga telah dibangun panggung terbuka seluas 600 meter persegi yang nantinya bisa dimanfaatkan bagi siapa saja yang akan pentas di sana," katanya.

Menurut dia, festival Sewu Kitiran sendiri akan dimulai pada Sabtu (14/11) yang diawali dengan Bazar Desa pada pukul 13.00 WIB, sementara pembukaan even berlangsung pada hari yang sama pada pukul 19.00 WIB.

Ia menambahkan, lokasi festival "Sewu Kitiran" pada Minggu (15/11) akan dilewati oleh sekitar 700 peserta Jogja International Heritage Walk ( JIHW) yang berasal dari 19 negara di antaranya Jepang, Amerika, Belanda, Belgia, Ukraina.

"Kami perkirakan para peserta JIHW akan tiba dilokasi tersebut sekitar pukul 09.00 WIB di Minggu pagi, para peserta ini akan start jalan kaki dari Desa Selopamioro Imogiri sekitar pukul 07.00 WIB," katanya. (Heri Sidik)



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

6 Museum di Bangkok, Belajar Sejarah Thailand sampai Koin Zaman Batu

Jalan Jalan
Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Budaya Vs Pariwisata, Sebenarnya Tak Perlu Jadi Konflik

Travel Update
Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Klarifikasi Singapore Airlines yang Dikabarkan Buka Penerbangan Langsung ke Bali

Travel Update
Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Storytelling Bikin Destinasi Wisata Makin Atraktif

Travel Update
Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Wisata Pinus Sari Mangunan Sulit Akses Internet, Pemkab Bantul Upayakan Penguat Sinyal

Travel Update
Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Tarik Turis Kanada, Indonesia Bisa Jual Paket Bulan Madu Ramah Muslim

Travel Update
Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Gen Z Muslim Tak Khawatir Kulineran Saat Jalani Wisata Ramah Muslim

Travel Update
Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Wisata Kuliner di Floating Market Lembang Bandung Selama PPKM, Bawa Kartu Vaksin

Travel Update
Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Pinus Sari Mangunan Terapkan Ganjil Genap untuk Wisatawan Mulai 17 September

Travel Update
Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Gara-gara PPKM, Kunjungan Turis Asing ke Jakarta Turun 82 Persen

Travel Update
Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary 3 hari 2 malam di Pekanbaru, Ada Rainbow Hills Rumbai

Itinerary
Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Bangkok di Thailand Bakal Terima Turis Asing pada 15 Oktober 2021

Travel Update
Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Pemkot Yogyakarta Kembangkan Aplikasi, Dorong Pokdarwis Bersaing dengan Pengusaha Wisata

Travel Update
PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

PPKM Level 2 dan Percepatan Vaksinasi Tingkatkan Okupansi Hotel di Semarang

Travel Update
Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Thailand Bakal Sambut Turis Asing Bervaksin Covid-19 Mulai 1 Oktober

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.