Kompas.com - 27/11/2015, 14:29 WIB
Patung badak jawa bercula satu dihadirkan di Paviliun Indonesia dalam World Expo Milan 2015 di Milan, Italia, Minggu (16/8/2015). Pameran berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Oktober 2015. Seusai pameran, patung perunggu badak jawa berbobot 500 kilogram itu akan diserahkan ke Museum Vatikan sebagai hadiah untuk Paus Tahta Suci Vatikan. Pada 1516, seekor badak Jawa hidup pernah dikirimkan ke Paus Leo X di Vatikan, tetapi kapal pengangkutnya karam di sekitar pantai Italia. KOMPAS/NAWA TUNGGALPatung badak jawa bercula satu dihadirkan di Paviliun Indonesia dalam World Expo Milan 2015 di Milan, Italia, Minggu (16/8/2015). Pameran berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Oktober 2015. Seusai pameran, patung perunggu badak jawa berbobot 500 kilogram itu akan diserahkan ke Museum Vatikan sebagai hadiah untuk Paus Tahta Suci Vatikan. Pada 1516, seekor badak Jawa hidup pernah dikirimkan ke Paus Leo X di Vatikan, tetapi kapal pengangkutnya karam di sekitar pantai Italia.
|
EditorI Made Asdhiana
BULELENG, KOMPAS. com - Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata, Kementrian Pariwisata, I Gde Pitana menyampaikan bahwa dana promosi luar negeri pada tahun 2016 mencapai Rp 2,95 triliun.

Sementara untuk tahun 2015 hanya sekitar Rp 1,15 triliun. Hal ini disampaikan Pitana saat berkunjung di Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (27/11/2015).

"Anggaran tahun depan akan mengalami kenaikan yang tinggi mencapai Rp 2,95 triliun. Setengah dari anggaran tersebut akan dialokasikan ke upaya branding pariwisata Indonesia," ujar Pitana.

Jika 50 persen dialokasikan ke fokus branding dengan seperti logo Wonderful Indonesia yang jadi branding pariwisata Indonesia dibuatkan logo dan ditempel di berbagai media seperti taksi, kereta api atau membuat spot iklan televisi yang menampilkan logo tersebut.

Selain alokasi diarahkan ke branding, 30 persen untuk advertising dan 20 persen untuk selling.

"Kenapa biaya branding lebih mahal? Karena untuk pasang iklan di televisi di luar negeri memang mahal. Kenapa untuk selling lebih murah? Karena selling adalah tugas swasta (pelaku pariwisata)," tambahnya.

Ke depan, tambah Pitana, dengan anggaran yang tinggi dan juga pemberlakuan bebas bisa, diharapkan akan meningkatkan kunjungan wisatawan setidaknya 15 persen. Lebih lagi untuk mencapai target kunjungan wisata sebanyak 20 juta orang pada tahun 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X