Manggarai Timur Miliki 111 Obyek Wisata - Kompas.com

Manggarai Timur Miliki 111 Obyek Wisata

Kompas.com - 28/11/2015, 11:08 WIB
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Para siswa dan siswi SMAN Negeri II Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, membawakan tarian Wai Doka, Sabtu (5/9/2015).
BORONG, KOMPAS.com - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT, Galus Ganggus, mengatakan wilayah Kabupaten Manggarai Timur memiliki 111 obyek wisata yang sudah didata.

Bahkan Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur bersama dengan DPRD Matim sudah mensahkan Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPDA) tahun 2015.

Hal ini disampaikan Ganggus kepada peserta Seminar dan Lokakarya (Semiloka) dengan tema "Transformasi Waelengga Menuju Adab Baru dengan Dialog Budaya dan Ekowisata" yang dilaksanakan di Aula Paroki Santo Arnoldus dan Yosef Waelengga, Sabtu (28/11/2015).

Ganggus menjelaskan, industri pariwisata membutuhkan kerja sama multipihak yang di daerah tersebut.

"Banyak potensi pariwisata di Kecamatan Kota Komba yang masuk dalam kluster pertama dari empat kluster yang sudah dituangkan dalam RIPDA. Kluster pertama dikembangkan pariwisata berbasis ekowisata, pantai indah, taman bawah laut Waewole, Watu Susu Rongga, puncak Ndeki untuk mengamati berbagai burung," jelasnya.

Ganggus menjelaskan, Dialog Budaya dan Ekowisata yang pertama dilaksanakan di Manggarai Timur dengan cara kolaborasi dari berbagai lembaga swasta dan Pemerintah. "Kita kuat karena budaya. Kekuatan gotong royong harus dibangkitkan lagi," katanya.

Pastor Paroki Santo Arnoldus dan Yosef Waelengga, Pastor Hieronimus Jelahu, Pr kepada KompasTravel menjelaskan, Gereja Keuskupan Ruteng sangat mendukung pengembangan pariwisata.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Larrita (kiri), wisatawan dari Swiss didampingi pemandu horse trekking sekaligus pemilik Mbolata Cottage, Fransisco Huik De Rosari (kanan) mengeliling Kota Waelengga menuju ke Padang Sabana Teleng di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, dengan berkuda, Rabu (24/6/2015).
"Dialog budaya dan ekowisata di Paroki Waelengga memberikan pemahaman baru bersama dengan umat untuk pengembangan pariwisata yang berbasis budaya, lingkungan dan religi. Saya selalu memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan pengembangan pariwisata," jelasnya.

Fasilitator dari Lembaga Pusat Kaji dan Transformasi Sumber Daya Lokal NTT, Wempy Anggal mengatakan membangun dan mengembangkan pariwisata merupakan kerja sama berbagai pihak. Koneksivitas dalam membangun pariwisata akan dikedepankan di masa yang akan datang.

Anggal mengatakan, Waelengga memiliki semboyan, "The Best Stop Between Labuan Bajo dan Ngada". Dialog ini didukung oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Manggarai Timur, Paroki Santo Arnoldus dan Yosef Waelengga, Mbolata Cottage, Guesthouse Lekolembo, Komunitas Neka Leren, Persatuan Wartawan Manggarai Timur, LSM Sunspirit For Justice and Peace Labuan Bajo.


EditorI Made Asdhiana

Close Ads X