Kompas.com - 28/11/2015, 13:10 WIB
Aktivitas penambangan terumbu karang di Pulau Tikus, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (15/10/2015). Terumbu karang itu digunakan untuk menahan laju abrasi di pinggir pantai. Warga tak sadar bahwa merusak terumbu karang sama saja dengan menghancurkan ekosistem. KOMPAS/AGUS SUSANTOAktivitas penambangan terumbu karang di Pulau Tikus, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (15/10/2015). Terumbu karang itu digunakan untuk menahan laju abrasi di pinggir pantai. Warga tak sadar bahwa merusak terumbu karang sama saja dengan menghancurkan ekosistem.
EditorI Made Asdhiana
”Terumbu karangnya sudah mati. Sengaja disusun seperti itu supaya pasirnya tidak tergerus air laut. Karena terkikis air laut terus, pulau ini makin mengecil. Kira-kira sudah ada sekitar 3 meter dari bibir pantai yang terkikis,” kata Apin (50), petugas pengawas Pulau Tikus.

Ia juga yang mengawasi pekerja yang mengambil dan menyusun terumbu karang tersebut serta menyedot pasir dari kedalaman laut.

Menurut rencana, tumpukan terumbu karang itu akan mengelilingi pulau tersebut. Adapun pasir yang tengah disedot pada bagian belakang pulau akan ditimbun membentuk daratan tambahan di lahan kosong yang dikelilingi terumbu karang tadi.

”Pulau ini milik pribadi, tidak terbuka untuk kunjungan wisata. Lagian mau lihat apa di sini, kosong. Cuma ada pohon pinus,” kata Apin.

Sejauh pengamatan, berbeda dengan pulau di sekitarnya, di Pulau Tikus tidak terdapat pohon bakau. Pulau ini lebih didominasi pohon jenis pinus dan cemara. Di pulau ini hanya ada satu bangunan. Pada dindingnya terpampang nama sebuah kantor pengacara dari Jakarta. Beranjak dari Pulau Tikus, perahu mengarah ke Pulau Burung.

Perjalanan ke Pulau Burung memakan waktu 15 menit. Begitu menginjakkan kaki di dermaga kecil di Pulau Burung, suasana sepi. Beberapa bangunan, termasuk gerbang dan rumah- rumah yang 10 tahun lalu digunakan sebagai tempat penginapan, kini rusak dan tidak terawat.

Pasir ini jauh berbeda dari pasir di tengah pulau yang bersih dari kerang dan pecahan koral mati. ”Itu, mah, pasir putih urukan. Bukan pasir putih asli pulau ini. Pasir putih aslinya lebih bersih serta tidak ada kerang mati dan pecahan koral,” kata Sarmin (47), seorang pekerja di Pulau Burung.

Sarmin bersama dua rekannya sedang menyedot pasir dari dalam laut untuk menambah luas daratan Pulau Burung. ”Pasir sedot pada kedalaman 300 meter dari pulau ini. Pasirnya untuk melebarkan pulau,” kata Sarmin.

Sarmin, asal Tangerang, mengaku baru empat hari bekerja menyedot pasir di tempat itu. Bersama dua rekannya, mereka berhasil menyedot pasir hingga membentuk daratan baru seluas 3 meter persegi. Rekannya yang sudah setahun lebih dulu menyedot pasir dari laut sudah membuat daratan baru di bibir pantai pulau ini.

Sampai kapan dan berapa luas daratan baru akan diperluas, Sarmin tidak tahu. ”Saya cuma tahu diperintah nyedot pasir saja,” kata Sarmin yang tidak mau menyebutkan upah yang diterimanya untuk pekerjaan itu.

Perluasan pulau tersebut mengakibatkan tanaman mangrove setinggi 2-3 meter (diperkirakan antara puluhan dan ratusan tahun) terkurung pasir. Rimbunan mangrove itu pun menjadi tempat pembuangan sampah plastik.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Wana Wisata Siti Sundari Lumajang, Tempat Makan Romantis di Tengah Hutan Damar

Jalan Jalan
Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura Dimulai 24 Januari 2022

Travel Update
7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

7 Restoran di Bogor, Pas untuk Dinner Romantis Bersama Pasangan

Travel Promo
15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

15 Wisata Pantai Terkenal Yogyakarta dengan Panorama Indah

Jalan Jalan
Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Beda Fasilitas First Class dan Business Class di Pesawat yang Hampir Mirip

Travel Tips
Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Produk Lokal Labuan Bajo Diupayakan Bisa Masuk Hotel dan Restoran

Travel Update
Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Spanyol Wajibkan Vaksin Booster untuk Turis Asing Mulai Februari

Travel Update
Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Kebun Binatang Ini Jadikan Kecoak sebagai Promo Valentine

Jalan Jalan
Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Syarat Bawa Hewan di Pesawat dari 4 Maskapai Penerbangan di Indonesia

Travel Tips
India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

India Perpanjang Larangan Penerbangan Internasional hingga 28 Februari

Travel Update
Serunya Memancing Kakap dan Kuwe 'Giant Trevally' di Belitung Timur

Serunya Memancing Kakap dan Kuwe "Giant Trevally" di Belitung Timur

Jalan Jalan
Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Pelabuhan Nongsapura Batam Dinilai Siap untuk Travel Bubble

Travel Update
Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Rute dan Harga Tiket KidZania Jakarta, Banyak Promo Menarik

Travel Tips
10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

10 Rekomendasi Hotel Kekinian di Bandung, Mulai Rp 300.000-an

Jalan Jalan
Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Pertama Kali ke Luar Negeri? Jangan Lupa Lakukan 5 Hal Ini

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.