Data Kunjungan Wisatawan Hambat Industri MICE

Kompas.com - 01/12/2015, 19:41 WIB
Bandara Internasional Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali, masih menjadi andalan pintu masuk pariwisata Bali. Puluhan ribu wisatawan asing datang setiap bulan. Namun, pemerintah setempat khawatir pintu masuk Bali ini ternoda kasus pemerasan terhadap wisatawan, seperti yang menimpa turis Tiongkok pada September lalu. Kenyamanan dan keamanan pun dipertaruhkan. KOMPAS/AYU SULISTYOWATIBandara Internasional Ngurah Rai di Kabupaten Badung, Bali, masih menjadi andalan pintu masuk pariwisata Bali. Puluhan ribu wisatawan asing datang setiap bulan. Namun, pemerintah setempat khawatir pintu masuk Bali ini ternoda kasus pemerasan terhadap wisatawan, seperti yang menimpa turis Tiongkok pada September lalu. Kenyamanan dan keamanan pun dipertaruhkan.
|
EditorI Made Asdhiana
TANGERANG, KOMPAS.com - Data kunjungan wisatawan dengan tujuan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) dianggap menghambat pengembangan industri MICE Indonesia.  Karena kekurangan data tersebut, kebijakan pemerintah terkait pengembangan industri MICE tidak berjalan optimal.

Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty mengatakan data-data kunjungan wisatawan dengan maksud MICE diperlukan untuk bahan kebijakan Kementerian Pariwisata. Padahal, wisata MICE Indonesia disebut-sebut memiliki potensi besar untuk menghasilkan devisa untuk pemerintah.

"Sejak tahun lalu saya concern dengan data, berapa sebenarnya jumlah wisman MICE. Kita berharap BPS dapat menyediakan data (kunjungan wisatawan dengan tujuan MICE ke Kementerian Pariwisata) tersebut," kata Esthy saat jumpa pers di sela-sela acara 8th Indonesia MICE Outlook 2016 di Indonesia Convention Exhibition, di Tangerang, Banten, Selasa (1/12/2015).

Esthy menyebutkan jika dalam penentuan target kunjungan wisatawan dengan tujuan MICE harus berdasarkan data tersebut. Ia mengakui jika BPS (Badan Pusat Statistik) memiliki keterbatasan untuk memberikan data kunjungan wisatawan kepada Kementerian Pariwisata.

"Kan karena di bandara tak ada yang bertanya tentang maksud kunjungan datang ke Indonesia. Jadi datanya (kunjungan wisatawan dengan maksud MICE) tidak ada," jelas Esthy.

Kegiatan Indonesia MICE Outlook merupakan hasil kerja sama Majalah Venue, Kementerian Pariwisata, dan asosiasi ini juga digelar bersamaan dengan Indonesia Professional Organizer Summit (IPOS), yaitu ajang bisnis yang mempertemukan sellers dan buyers.

Para sellers ini terdiri dari industri perhotelan, venue owner, destinasi, dan supplier event. Sedangkan buyers berasal dari kalangan professional conference/exhibition organizer dan perusahaan biro perjalanan.

Sama seperti pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pada akhir acara IMO, Majalah Venue mengelar malam penganugerahan Indonesia MICE Award.  Ajang apresiasi terhadap insan MICE ini terdiri dari dua kategori: The Best MICE Award dan The Most Popular MICE Award. Terdapat 16 kategori penghargaan yang akan diberikan pada acara tahunan yang diselenggarakan oleh Majalah Venue ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X