Kompas.com - 02/12/2015, 17:15 WIB
Kamar di  Sens Hotel & Spa   Conference Ubud Town Center KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESKamar di Sens Hotel & Spa Conference Ubud Town Center
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
UBUD, KOMPAS.com — Berada di Kabupaten Gianyar, Ubud menjadi salah satu destinasi wisata bagi pelancong yang berkunjung ke Bali. Sebagaimana layaknya sebuah tempat yang berada di dataran tinggi, Ubud menyajikan hamparan sawah hijau, aliran sungai nan jernih, serta semilir angin pegunungan.

Bukan hanya pemandangan alam, Ubud menjadi surga bagi pencinta seni. Sanggar tari dan galeri seni mudah ditemukan di tempat ini, bahkan hampir setiap malam selalu ada pergelaran tari yang bisa dinikmati oleh wisatawan.

Tidak mengherankan banyak tempat penginapan semacam guest house hingga hotel berbintang yang dibuka untuk memenuhi kebutuhan wisatawan akan tempat menginap.

Peluang ini jugalah yang dilihat oleh Sens (dibaca Songs) Hotel & Spa + Conference Ubud Town Centre yang dibuka sejak 14 Februari 2015 lalu. Berdiri di atas lahan seluas 2.100 meter persegi, Sens Hotel berada persis di jalur utama keramaian Ubud dan tidak jauh dari Pasar Ubud.

"Berada di jalur utama keramaian tidak membuat Sens Hotel lupa akan kebutuhan privasi tamunya. Karena itu, desain dari hotel ini lebih terbuka di area dalam hotel seperti kolam yang berada di tengah area hotel," kata Christoporus Yulianto, Director of Sales & Marketing Sens Hotel & Spa + Conference Ubud Town Centre, Minggu (29/11/2015).

"Satu-satunya area yang langsung bersentuhan dengan keramaian jalanan Ubud hanya lobi hotel," kata pria yang akrab disapa Christo ini. Selebihnya tertutup dan tamu benar-benar bisa menikmati saat istirahatnya seusai menjelajahi Ubud.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Kolam renang Sens Hotel & Spa Conference Ubud Town Center

Kreativitas di kamar minimalis

Lahan yang terbatas membuat Sens Hotel kreatif mendesain kamar agar tamu bisa tetap merasa nyaman saat beristirahat.

Ukuran kamar sekitar 22 meter persegi (tipe superior). Untuk itu, hampir tiap sudut ruangan dimanfaatkan sedemikian rupa sebagai tempat untuk meletakkan barang. Selain itu, terdapat tujuh stopkontak untuk mengakomodasi kebutuhan tamu mengisi daya gawai.

"Sens memiliki 97 kamar yang terbagi menjadi tiga tipe, yaitu 35 kamar tipe superior, 56 tipe superior plus, dan 6 kamar suite. Kita sengaja memperbanyak tipe superior plus untuk mengakomodasi tamu yang datang bertiga. Untuk itu, di dalam kamar ada sebuah daybed yang bisa di-set up menjadi tempat tidur," kata Christo.

Hal menarik lainnya adalah sekat antara ruang tidur dengan kamar mandi. Christo menjelaskan, untuk memberikan kesan luas, maka sekatnya hanya berupa kaca transparan.

Jangan khawatir, jika menginap bersama rekan seperjalanan dan merasa tidak nyaman dengan kamar mandi transparan, tamu bisa menutup sekat dengan tirai yang telah disediakan.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Kamar di Sens Hotel & Spa Conference Ubud Town Center
Hotel bisnis

Christo menjelaskan bahwa Sens Hotel tidak hanya sekadar dibuka untuk menjaring wisatawan yang ingin menikmati Ubud. Namun, berdasarkan survei yang dilakukan, Ubud sudah mulai menjadi salah satu tempat untuk rapat dan pertemuan bisnis.

"Karena itu, konsep awal kami tidak hanya sekadar hotel untuk wisatawan, tetapi juga sebagai tempat yang bisa dipakai untuk rapat ataupun bisnis. Kami memiliki satu boardroom dan ballroom," kata Christo.

Ballroom dengan kapasitas sekitar 300 orang membuat Sens hotel menjadi pilihan sejumlah perusahaan untuk dijadikan tempat pertemuan atau konferensi.

"Hal itulah yang membuat kami juga menyediakan koneksi internet yang cepat, bahkan termasuk ketika tamu kami dijemput di bandara, mobil penjemput pun terkoneksi dengan internet," tutur Christo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X