Kompas.com - 03/12/2015, 09:32 WIB
Ranu Amilus, berselancar dengan hasrat jiwa. KOMPAS/MEDIANARanu Amilus, berselancar dengan hasrat jiwa.
EditorI Made Asdhiana
Jaringan pertemanan dengan warga negara asing semakin membuatnya berani mengumpulkan modal untuk membuka usaha resor atau tempat penginapan khusus peselancar di Simeulue.

”Bagi saya, Simeulue adalah tanah kelahiran dan nadi kehidupan. Saya memang pernah menyaksikan keindahan kegiatan selancar di Bali dan Nusa Tenggara Barat. Namun, tidak ada yang senikmat dan sebahagia di kampung halaman,” jawab Ranu saat ditanya alasan dia kembali ke Simeulue pada 2004.

Enam tahun setelah tsunami Aceh, kehidupan pulau berangsur membaik. Investor asing berdatangan ke Simeulue. Dia pun pernah diajak kerja sama dengan seorang warga negara Australia selama 2010-2011. Mereka merintis Aura Surf Camp. Aura merupakan kepanjangan Aundrew dan Ranu.

Kehidupan Simeulue marak wisatawan Nusantara dan mancanegara yang menyukai wisata air, seperti selancar.

”Lalu, saya memutuskan berdiri sendiri dengan mendirikan Ranu Surf Camp,” kata Ranu yang kemudian mendirikan resor dan warung makan di Desa Matanurung.

”Saya berupaya mengembangkan end to end bisnis pariwisata dengan mengikutsertakan masyarakat lokal,” ujar bapak dua anak ini.

Soal warung makan, misalnya, segala kebutuhan bahan baku memasak dibeli dari warga setempat, mulai dari sayuran, ikan, hingga daging kerbau. Dia bercerita tentang sop kabau, salah satu menu andalan di Ranu Surf Camp.

”Kabau” merupakan istilah untuk kerbau. Daging segar disuplai oleh pengusaha daging kerbau. Begitu pula lobster, dia beli langsung dari temannya, pemilik budidaya lobster laut.

Lebih dari lima karyawan resor merupakan warga setempat. Ranu pun membekali mereka dengan pengetahuan wisata dan memasak makanan untuk tamu. (Mediana)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.