Kompas.com - 07/12/2015, 13:00 WIB
Topeng-topeng koleksi ditata di House of Masks and Puppets Setia Darma, Jalan Tegal Bingin, Mas, Ubud, Gianyar Sub-District, Bali, Minggu (29/11/2015). Ada sekitar 1300 topeng yang menjadi koleksi di tempat ini. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESTopeng-topeng koleksi ditata di House of Masks and Puppets Setia Darma, Jalan Tegal Bingin, Mas, Ubud, Gianyar Sub-District, Bali, Minggu (29/11/2015). Ada sekitar 1300 topeng yang menjadi koleksi di tempat ini.
EditorNi Luh Made Pertiwi F

GIANYAR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Gianyar, Bali menggelar Festival Topeng Nusantara yang menampilkan sejumlah topeng dari berbagai daerah di Indonesia yang berlangsung di Wantilan Pura Taman Pule, Desa Mas, Ubud.

"Festival melibatkan tujuh sanggar seni di Indonesia berlangsung selama tiga hari, 5-7 Desember 2015," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar selaku Ketua Panitia kegiatan tersebut I Gusti Ngurah Wijana, Senin (7/12/2015).

Ia mengatakan, tujuh sanggar seni yang ikut ambil bagian dalam kegiatan itu antara lain Sanggar Kencana Mas, Jakarta Utara. Sanggar Jepun Putih, Denpasar, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Sanggar kakul Mas, Desa Batuan, Sukawati, Sanggar Tari Soeryo Soemirat, Istana Mangkunegaran, Solo. Sanggar Pringgading, Cirebon dan Sanggar Tari Kedungmonggo, Sekartaji, Malang, Jawa Timur.

Mereka selain menampilkan pagelaran topeng juga ikut dalam pameran topeng, seminar dan workshop topeng.

Festival tersebut dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Pejeng dan Desa Mas, Kecamatan Ubud sebagai upaya penggalian, pelestarian serta pengembangan budaya sekaligus menciptakan dan menselaraskan pemerintahan menuju Gianyar Bagus.

I Gusti Ngurah Wijana mengharapkan kegiatan terse mampu mengangkat pusparagam topeng Nusantara sehingga mampu melestarikan warisan budaya Indonesia serta menjadi pelengkap Indonesia sebagai daerah tujuan wisata berbasis budaya.

Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Agung Bharata ketika membuka Festival tersebut Minggu mengatakan, berbagai jenis topeng yang ditampilkan mampu memberikan inspirasi dan pengetahuan tentang topeng nusantara kepada masyarakat.

Kegiatan yang disaksikan ribuan masyarakat setempat serta wisatawan yang sedang menikmati liburan di perkampungan seniman Ubud itu mendapat apresiasi dari berbagai kalangan.

Bupati AA Gde Agung Bharata mengharapkan festival tersebut mampu memberikan dan mewarnai khasanah budaya Nusantara. Pihaknya akan melakukan kegiatan tersebut secara berkesinambungan setiap tahun sebagai upaya melestarikan budaya yang adiluhung.

Festival seperti ini, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan perekonomian serta mensejahtrakan masyarakat khususnya seniman topeng.

Bupati Agung Bharata juga berharap bisa membangun Indonesia dengan topeng. Segala kegiatan yang dilaksanakan diharapkan bisa membangun Indonesia dan Gianyar khususnya. (Antara/Putu Artayasa dan Gembong Ismadi)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Pullman Ciawi Vimala Hills Beri Promo Menginap dan Menu Spesial Imlek

Travel Promo
Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Perlukah Penutup Telinga Saat Bayi Naik Pesawat? Ini Penjelasan Dokter

Travel Tips
Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Bos Maskapai AS Ingatkan Jaringan 5G Bisa Timbulkan Malapetaka

Travel Update
Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Pramugari Lebih Pilih Layani Penumpang di Kelas Ekonomi, Ini Alasannya

Travel Update
Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Wajib Tahu, 8 Cara Aman Mengemas Makeup Saat Liburan

Travel Tips
Sejarah Angpau, Tradisi Memberi Koin untuk Usir Roh Jahat

Sejarah Angpau, Tradisi Memberi Koin untuk Usir Roh Jahat

Travel Update
Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Asal-usul Imlek dan Tujuan Perayaannya, Penting Diketahui

Travel Update
Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Sejarah Perayaan Imlek di Indonesia, Dulu Sempat Dilarang

Travel Update
Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Penonton MotoGP Mandalika Jadi 100.000 Orang, Akomodasi Masih Kurang

Travel Promo
7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

7 Wisata Pacitan Selain Pantai yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Skema Bebas Karantina Thailand Akan Diterapkan Lagi Februari 2022

Travel Update
3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

3 Wisata Gunung Api Purba Gunungkidul Selain Nglanggeran dan Wediombo

Jalan Jalan
Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Wings Air Akan Buka Rute Ternate-Ambon PP, Tiket Mulai Rp 839.600

Travel Update
Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Pemerintah Kota Denpasar Lakukan Penataan UMKM di Pantai Sanur Bali

Travel Update
22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

22 Negara Ini Masuk Daftar Risiko Tertinggi untuk Perjalanan akibat Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.