Kompas.com - 09/12/2015, 18:03 WIB
Wisatawan melihat prosesi anak-anak bajang yang mengikuti tradisi potong rambut gimbal di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (2/8/2015). Tradisi potong gimbal sebagai simbol memohon keselamatan itu menjadi atraksi budaya yang menarik wisatawan. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAWisatawan melihat prosesi anak-anak bajang yang mengikuti tradisi potong rambut gimbal di kompleks Candi Arjuna, Dieng, Kabupaten Banjarnegara, Minggu (2/8/2015). Tradisi potong gimbal sebagai simbol memohon keselamatan itu menjadi atraksi budaya yang menarik wisatawan.
EditorNi Luh Made Pertiwi F
BANJARNEGARA, KOMPAS.com -Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mendorong masyarakat di wilayah yang memiliki destinasi wisata maupun produk unggulan untuk berinisiatif membangun desa wisata.

"Kami tidak berani (membangun desa wisata) atas inisiatif pemerintah karena konsekuensinya akan dikembalikan kepada kesiapan masyarakat," kata Kepala Disbudpar Banjarnegara Aziz Achmad di Banjarnegara, Selasa (8/12/2015).

Menurut dia, ada beberapa wilayah di Banjarnegara yang sebenarnya memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai desa wisata, salah satunya di Kecamatan Purwareja Klampok yang dikenal sebagai sentra kerajinan keramik.

Akan tetapi, kata dia, hingga saat ini masyarakat setempat belum berinisiatif untuk membangun desa wisata.

Padahal, lanjut dia, ekonomi kreatif yang dikembangkan di wilayah tersebut sangat potensial untuk mendukung keberadaan desa wisata.

"Kelampok yang ada sentra keramik mestinya dapat dibangun desa wisata. Kami mendorong agar di sana ada desa wisata," katanya.

Lebih lanjut, Aziz mengatakan bahwa hingga saat ini di Banjarnegara telah ada tujuh desa wisata, yakni Desa Dieng Kulon, Kepakisan, Karangtengah, dan Pekasiran, Kecamatan Batur, Desa Giritirta, Kecamatan Pejawaran, serta Desa Gumelem Kulon dan Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan.

Selain itu, kata dia, pihaknya mendukung rintisan desa wisata di beberapa desa, antara lain Kutayasa, Kecamatan Madukara, dan Singamerta, Kecamatan Sigaluh.

"Kedua desa itu berdekatan dengan lokasi wisata minat khusus arung Jeram Sungai Serayu. Kemudian Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja, yang menyiapkan agrowisata hortikultura durian," katanya.

Terkait hal itu, dia mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya memfasilitasi pengembangan desa wisata di wilayah rintisan tersebut di antaranya dengan menggelar berbagai kegiatan seperti festival durian.

Melalui kegiatan-kegiatan yang digelar di rintisan desa wisata, dia mengharapkan adanya gerakan sapta pesona pariwisata yang dipahami, dimengerti, dan dilaksanakan oleh kelompok sadar wisata di desa itu.

"Kami menyambut baik pembangunan desa wisata yang lahir atas inisiatif masyarakat," katanya. (Antara/Sumarwoto)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.