Kompas.com - 10/12/2015, 09:28 WIB
Seorang pelaku usaha kecil menegah asal Bogor memamerkan aneka camilan dari ikan air tawar pada pameran Hari Nusantara ke-15, yang dilaksanakan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo, Banda Aceh, Rabu (9/12/2015). Aneka camilan ikan ini mendapat perhatian banyak dari pengunjung pameran. KOMPAS.COM/DASPRIANI Y ZAMZAMISeorang pelaku usaha kecil menegah asal Bogor memamerkan aneka camilan dari ikan air tawar pada pameran Hari Nusantara ke-15, yang dilaksanakan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo, Banda Aceh, Rabu (9/12/2015). Aneka camilan ikan ini mendapat perhatian banyak dari pengunjung pameran.
|
EditorI Made Asdhiana
BANDA ACEH, KOMPAS.com – Aneka olahan ikan air tawar dan ikan laut memeriahkan pameran Hari Nusantara ke-15 yang diselenggarakan di Pelabuhan Pendaratan Ikan Lampulo Banda Aceh.

Setelah pameran dibuka oleh Gubernur Aceh Zaini Abdullah, Rabu (9/12/2015) petang, para pengunjung langsung tertarik pada pajangan sejumlah produk olahan ikan yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia.

Tri Kismiyati, perajin olahan ikan dari Bogor, mulai sibuk melayani berbagai pertanyaan dari pengunjung tentang produk-produk olahan ikan yang dibawanya. Ada sambal lado ikan kapas-kapas, kerupuk kulit bawal, bahkan belut goreng tepung.

“Semua ini ikan air tawar yang diproduksi oleh usaha rumah tangga di Bogor, bahkan produk-produk kami sudah menyasar ke supermarket besar di Bogor dan Jakarta,” jelas Tri.

Hal yang sama juga diungkapkan Tedi, pelaku usaha kecil asal Sukabumi, Jawa Barat. Bagi Tedi, ajang peringatan Hari Nusantara seperti ini akan sangat bermanfaat bagi para pelaku usaha kecil menengah untuk mempromosikan produk-produk hasil olahan mereka.

Tedi pun memamerkan abon ikan lele di kegiatan pameran ini. Tak pelak, abon ikan lele ini pun menarik perhatian pengunjung. Nurhayati, pengunjung asal Lamdingin, Banda Aceh mengaku terkesan melihat aneka produk olahan ikan yang dipamerkan.

“Saya tertarik melihat abon ikan lele. Biasanya kan ikan lele yang dijual di pasar cuma menu pecel lele, tapi ternyata ikan lele bisa juga dijadikan abon, rasanya juga enak tidak amis,” ujar Nurhayati.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Gubernur Aceh Zaini Abdullah saat membuka pameran mengatakan, kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang pameran semata, tapi juga untuk menunjukkan besarnya potensi maritim di Aceh khususnya dan di Indonesia secara umum.

“Bagi Aceh sendiri peringatan ini sangat penting, karena di sini Aceh juga bisa unjuk potensi yang dimilikinya, selain itu, ini juga menjadi titik awal untuk mewujudkan pelabuhan ikan Lampulo Banda Aceh untuk bisa menjadi pelabuhan ikan nasional,” kata Zaini.

Hari Nusantara merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati dan mengisi Deklarasi Djuanda yang dicetuskan pada 13 Desember 1957 oleh Perdana Menteri Indonesia saat itu, Djuanda Kartawidjaya.

Dalam deklarasi tersebut secara nyata diungkapkan bahwa laut Indonesia di antara dan di dalam Kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah Republik Indonesia. Dengan demikian, sejak Deklarasi Djuanda tidak ada lagi laut bebas di antara pulau-pulau di Indonesia yang menjadikan negara kita menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Peringatan Hari Nusantara adalah sebuah momentum yang tepat untuk mengubah pandangan bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang dari yang lebih berorientasi kepada matra darat tetapi juga berorientasi kepada matra laut yang seimbang.



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X