Kompas.com - 12/12/2015, 10:35 WIB
Pengunjung menikmati keelokan Pantai Tiga Warna di Desa Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, September lalu. Pantai Tiga Warna menyuguhkan keelokan alam, berpadu dengan nuansa konservasi mangrove dan wisata petualangan. KOMPAS/DAHLIA IRAWATIPengunjung menikmati keelokan Pantai Tiga Warna di Desa Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, September lalu. Pantai Tiga Warna menyuguhkan keelokan alam, berpadu dengan nuansa konservasi mangrove dan wisata petualangan.
EditorI Made Asdhiana
MALANG, KOMPAS — Potensi wisata di Malang Raya, Jawa Timur, sangat tinggi. Salah satu indikasi, jumlah wisatawan di wilayah yang terdiri dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu tersebut lebih dari 5 juta per tahun. Miliaran rupiah pendapatan asli daerah diraih pemerintah dari sektor wisata tersebut.

Ketiga daerah di Malang Raya memiliki karakteristik sektor wisata berbeda. Kota Malang lebih sebagai penyedia jasa, seperti hotel, restoran, serta pusat-pusat hiburan dan perbelanjaan. Kabupaten Malang unggul dalam wisata alam. Adapun Kota Batu, selain wisata alam juga unggul dalam wisata buatan. Ketiganya bahu-membahu berusaha menjadi magnet wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Hasilnya, perekonomian daerah meningkat. Kota Malang, misalnya, 20 persen pendapatan pajak daerah berasal dari sektor pariwisata, dalam hal ini pajak hotel, restoran, dan hiburan. Menjelang akhir 2015, Dinas Pendapatan Kota Malang mencatat pendapatan pajak daerah sudah mencapai Rp 272 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 20 persennya berasal dari pajak hotel (Rp 22,1 miliar), pajak restoran (Rp 28,4 miliar), dan pajak hiburan (Rp 4,9 miliar).

Jumlah wisatawan di Kota Malang pada 2013 sebanyak 5.498 wisatawan mancanegara dan 1,9 juta wisatawan Nusantara. Tahun 2015, wisatawan mancanegara sebanyak 5.952 orang, sedangkan wisatawan Nusantara mencapai 2,49 juta orang.

"Kota Malang selama ini merupakan kota jasa, kota penunjang kota di sekitarnya dalam hal ini hotel, restoran, dan sarana hiburan. Ke depan, Kota Malang akan terus dikembangkan menjadi kota wisata pendidikan, wisata belanja dan event, serta wisata nostalgia," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Malang Ida Ayu Wahyuni, Kamis (10/12/2015).

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA Alun-alun Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (15/11/2013). Penataan yang baik dan penambahan arena bermain oleh Pemerintah Kota Batu membuat alun-alun menjadi sarana sosialisasi yang ramai dikunjungi warga, khususnya pada hari libur.
Infrastruktur

General Manager Hotel Santika Premiere Malang Pamudji Sugiarto mengatakan, setiap menjelang akhir tahun, Hotel Santika Premiere Malang selalu menerima kelompok wisata dari negara-negara Eropa. "Mereka melakukan wisata nostalgia dan menikmati keindahan Kota Malang yang sudah dikenal sejak zaman kolonial," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pamudji berharap pemerintah daerah terus membangun infrastruktur agar sektor pariwisata Malang berkembang. Salah satunya, misalnya, membangun pedestrian (pejalan kaki) sebagai sarana wisatawan berjalan kaki menikmati keindahan kota. "Penerbangan dari dan ke Malang pun harus diperbanyak dan diperpanjang waktunya," katanya.

Di Kabupaten Malang, pemerintah daerahnya sedang menggenjot wisata di pantai selatan Malang. Beberapa pantai, seperti Pantai Tiga Warna, Pantai Bajul Mati, dan Pantai Ngliyep, terus dipromosikan di berbagai kesempatan.

"Yang berhak mengelola wisata pantai di Malang selatan adalah Perhutani karena itu masuk wilayah mereka. Yang selama ini dilakukan adalah Perhutani bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk mengelolanya," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X