Bertandang ke Wisata Hutan Pinus Yogyakarta

Kompas.com - 02/01/2016, 10:33 WIB
Wisatawan menikmati suasana Hutan Pinus Mangunan di Kecamatan Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (23/12/2015). Hutan yang berjarak 23 kilometer dari pusat kota Yogyakarta itu menjadi tempat wisata alternatif bernuansa alam. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWisatawan menikmati suasana Hutan Pinus Mangunan di Kecamatan Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (23/12/2015). Hutan yang berjarak 23 kilometer dari pusat kota Yogyakarta itu menjadi tempat wisata alternatif bernuansa alam.
EditorI Made Asdhiana
SEMBARI berkelakar, seorang teman di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, menganjurkan bermain Masangin: masuk di antara lorong dua beringin kembar di Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta.

Siapa saja yang mampu melewati lorong itu dengan mata tertutup, katanya, pertanda memiliki hati bersih. Dengan hati bersih, gampang dapat jodoh, termasuk jomblo sekalipun.

Pilihan lain, bertandanglah ke Hutan Pinus, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, DIY. Kawasan Resor Pengelolaan Hutan seluas 500 hektar itu sebagian kecil arealnya ditanami pinus.

Deretan tegakan ribuan pohon pinus yang tertata rapi memberikan kesejukan dan kesegaran. Bahkan, di tempat ini anak-anak seakan menemukan dunianya sendiri. Mereka berlarian, menyelinap, ataupun main petak umpet di lorong-lorong pohon pinus itu.

Dengan latar belakang pohon pinus, lokasi ini juga dijadikan spot foto oleh para calon pengantin untuk mengambil foto prewedding.

”Siapa tahu ada ’berkah’-nya foto dengan latar belakang pohon pinus. Anda jadi enteng jodoh.” Rekan ini berceloteh tentang mitos pohon pinus.

Bagi orang Jepang, daunnya dijadikan alat bantu menciptakan ketenangan saat bermeditasi. ”Nah, ini cocok buat Anda. Adalah mitos pinus bagi orang Korea,” ucapnya lagi.

Pohon pinus sebagai lambang kasih sayang batang pohonnya yang tegak lurus menggambarkan ketulusan, daunnya yang hijau melambangkan cinta tiada akhir.

Hutan Pinus Mangunan kini memang menjadi destinasi wisata. Pohon pinus yang menjulang tinggi melahirkan lorong-lorong yang rindang dedaunan membuat sejuk suasana sekitar.

Di awal musim hujan ini, sejumlah pohon mulai dihiasi bunganya yang merah. Di batang bawahnya terserak daun dan buahnya yang kering berguguran di musim kemarau.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X