Kompas.com - 04/01/2016, 14:35 WIB
Perwakilan dari komunitas masyarakat Ohoivut dan Nufit melakukan sidang adat di Pulau Kei Kecil, tepatnya Ohoi Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Rabu (28/10/2015). Dalam sidang itu, mereka sepakat untuk menjadi sedarah. Upacara itu dinamai Tea Bel.
KOMPAS/FRANSISKUS PATI HERINPerwakilan dari komunitas masyarakat Ohoivut dan Nufit melakukan sidang adat di Pulau Kei Kecil, tepatnya Ohoi Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Rabu (28/10/2015). Dalam sidang itu, mereka sepakat untuk menjadi sedarah. Upacara itu dinamai Tea Bel.
EditorI Made Asdhiana
DENGAN parang dan tombak di tangan, beberapa laki-laki bertubuh kekar menari tarian perang memandu rombongan para tokoh ohoi (desa adat). Mereka bertemu guna memperteguh sumpah yang diikrarkan leluhur ratusan tahun silam. Upacara bernama Tea Bel itu untuk menjaga persaudaraan warga Nuhu Evav yang lazimnya dikenal dengan sebutan Orang Kei.

Ketika arakan para tokoh ohoi hendak melebur, setiap kepala pasukan maju dan bersalaman disusul para raja (kepala ohoi). Mereka mengenakan pakaian kebesaran.

Rombongan dari arah utara disebut komunitas Ohoivut dengan baju berwarna kuning, sedangkan dari selatan adalah Nufit yang melambangkan diri dengan warna merah. Pertemuan itu terjadi di Ohoi Faan, Kecamatan Kei Kecil, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku.

Komunitas Ohoivut dan Nufit terdiri dari 30 ohoi yang menetap di Pulau Kei Kecil, Pulau Dullah, dan Tanimbar Kei. Secara administratif, mereka masuk dalam wilayah Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual. Keseluruhan wilayah tersebut masuk dalam Kepulauan Kei.

Setelah bersalaman, Raja Ohoi Faan Patris Renwarin mengajak utusan Ohoivut dan Nufit menuju pelataran rumah adat Faan. Rombongan yang berjumlah sekitar 20 orang itu dipersilakan duduk membentuk huruf U di atas tanah beralaskan daun kelapa, di bawah pohon kelapa.

Bunyi tifa, gong, dan seruling yang mengantar rombongan itu pun berhenti. Suasana hening ketika Patris memegang pengeras suara dan berbicara.

Dalam bahasa Kei, ia membuka sidang adat dan mempersilakan setiap komunitas menyampaikan maksud kedatangan mereka.

Lebih kurang satu jam, forum menyetujui beberapa persyaratan yang ditawarkan Patris selaku mediator. Akhirnya, mereka bersedia memperbarui sumpah adat leluhur mereka ratusan tahun silam itu.

”Ye...ye...ye...ye...ye...ye...ye...,” teriak seorang dari anggota sidang adat tersebut dengan keras.

Lebih kurang 2.000 warga yang hadir pun menjawab, ”U...e....”

Pekikan sebagai tanda kemenangan itu terdengar beberapa kali. Tanggal 28 Oktober 2015 menjadi hari bersejarah bagi warga pada dua komunitas itu.

Mereka menyatakan diri sebagai satu darah sehingga wajib saling membantu dalam kesusahan terutama pangan. Karena sedarah itu pula, tak dibenarkan adanya perkawinan di antara mereka.

Secara simbolis, Patris meminta seorang laki-laki dan perempuan dari Ohoivut dan Nufit melingkari tempat acara itu dengan kain merah dan kuning. Ribuan warga diminta masuk ke dalam lingkaran itu sebagai bentuk persaudaraan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

20 Tempat Wisata Alam di Aceh, dari Pantai hingga Air Terjun

Jalan Jalan
Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Berburu Oleh-oleh Khas Kulon Progo, Bisa ke Pasar Sentolo Baru

Jalan Jalan
Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Viral Foto Parkir Bus Rp 350.000 di Malioboro, Lokasi Ilegal hingga Permainan Kru Bus dan Petugas Parkir

Travel Update
Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Awas Uji Nyali di Tengah Hutan, 5 Tips ke Bromo via Lumajang

Travel Update
Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Mantan Pramugari Ini Ungkap Rahasia Penumpang First Class di Pesawat

Travel Update
Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Thailand Terapkan Lagi Skema Turis Asing Bebas Karantina Per 1 Februari 2022

Travel Update
Cek Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru Little Venice Puncak

Cek Jam Buka dan Harga Tiket Terbaru Little Venice Puncak

Travel Update
5 Tempat Wisata Dekat Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta

5 Tempat Wisata Dekat Kampung Batik Giriloyo Yogyakarta

Jalan Jalan
Satu Hari di KidZania Jakarta, Bisa Jadi Dokter Bedah sampai Pembalap

Satu Hari di KidZania Jakarta, Bisa Jadi Dokter Bedah sampai Pembalap

Jalan Jalan
Swedia Cabut Syarat Hasil Negatif Covid-19 bagi Turis Asing

Swedia Cabut Syarat Hasil Negatif Covid-19 bagi Turis Asing

Travel Update
Jalur Pendakian Gunung Tambora NTB Ditutup Mulai 24 Januari

Jalur Pendakian Gunung Tambora NTB Ditutup Mulai 24 Januari

Travel Update
12 Tempat Instagramable Jakarta Pusat, Bisa buat Berburu Foto

12 Tempat Instagramable Jakarta Pusat, Bisa buat Berburu Foto

Jalan Jalan
 5 Tips Berkunjung ke KidZania Jakarta, Datang Saat 'Weekdays'

5 Tips Berkunjung ke KidZania Jakarta, Datang Saat "Weekdays"

Travel Tips
Tak Hanya Anak, Kini Remaja Bisa Bermain Sambil Nostalgia di KidZania

Tak Hanya Anak, Kini Remaja Bisa Bermain Sambil Nostalgia di KidZania

Jalan Jalan
20 Ucapan Imlek 2022 dalam Bahasa Inggris, Lengkap dengan Artinya

20 Ucapan Imlek 2022 dalam Bahasa Inggris, Lengkap dengan Artinya

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.