Kompas.com - 07/01/2016, 16:18 WIB
Turis asing dari kapal pesiar Volendam tengah melihat atraksi kesenian Betawi yakni ondel-ondel dan tarian di erminal Penumpang Nusantara Pura II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (7/1/2016). KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoTuris asing dari kapal pesiar Volendam tengah melihat atraksi kesenian Betawi yakni ondel-ondel dan tarian di erminal Penumpang Nusantara Pura II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (7/1/2016).
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan turis asing berwisata di berbagai daerah di Indonesia. Mereka datang dan berkeliling Indonesia menggunakan kapal pesiar Volendam.

"Turis asing yang ada di dalam kapal pesiar sekitar 1.400 orang dan mayoritas dari Amerika Serikat. Tujuan utamanya Bali tapi nanti akan ke Semarang, Probolinggo, Labuan Bajo, Surabaya," kata salah satu Anggota Dewan Kehormatan Kementerian Pariwisata, Indroyono Soesilo di Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (7/1/2016).

Ia mengatakan sebelum pergi menuju Bali, para turis asing akan singgah di Semarang dan Probolinggo. Pagi tadi, menurut Indroyono, sebagian turis pergi berwisata sekitar Jakarta.

Managing Director Cruise Asia Indonesia, Yasa Sediya menambahkan jika turis-turis asing selama 10 hari akan pergi mengunjungi obyek-obyek wisata seperti Candi Borobudur, Gunung Bromo, Pulau Komodo, dan beberapa obyek wisata lain.

"Karena Gunung Bromo meletus, mereka tidak melakukan perjalanan melihat kawah. Hanya melihat dari pos pemantauan Gunung Bromo," kata Yasa.

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Candi Borobudur
Pantauan KompasTravel, kapal pesiar ini berwarna dominan biru dan putih. Di badan kapal, bertuliskan "Holland American Line" dan Volendam. Sekitar pukul 07.45 WIB, terlihat para turis asing mulai turun menuju pintu keluar Terminal Penumpang Nusantara Pura II.

Di pelataran area bersandar kapal, terlihat penari-penari dan ondel-ondel. Alunan alat musik Betawi juga terdengar mengiringi tarian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada badan kapal juga terlihat sekitar tujuh kapal sekoci yang tergantung. Para turis asing di atas menyaksikan tarian-tarian Betawi.

Salah satu turis asing asal Belanda yang KompasTravel temui, Gerard mengatakan tidak sabar untuk mengunjungi Bali dan Pulau Komodo. Gerard datang bersama istrinya untuk berwisata ke Indonesia menggunakan kapal pesiar Volendam.

"Istri saya nunggu 35 tahun untuk bisa ke Indonesia. Sedangkan saya dulu sudah pernah ke Indonesia," katanya.

Volendam merupakan kapal pesiar milik Belanda yang dioperatori oleh Holland American Line. Kapal ini memiliki 10 dek  khusus penumpang yakni dek 1, 2, 3, 6, 7, dan 8. Kapal pesiar Volendam berkapasitas 1.432 penumpang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film House of Gucci di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film House of Gucci di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Travel Update
Desa Wisata Liya Togo di Wakatobi, Punya Kekayaan Wisata Bahari sampai Seni Budaya

Desa Wisata Liya Togo di Wakatobi, Punya Kekayaan Wisata Bahari sampai Seni Budaya

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.