Kompas.com - 08/01/2016, 16:09 WIB
Pesawat jet penumpang Boeing 787 Dreamliner pertama milik All Nippon Airways mendarat di Bandara Udara Haneda, Tokyo, 27 September 2011. boeing.mediaroom.comPesawat jet penumpang Boeing 787 Dreamliner pertama milik All Nippon Airways mendarat di Bandara Udara Haneda, Tokyo, 27 September 2011.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Jepang dipandang sebagai "pemilik" bandara dan maskapai penerbangan dengan tingkat ketepatan waktu yang tinggi.

Baru-baru ini situs analisis penerbangan, OAG (www.oag.com), merilis statistik baru dan mengungkapkan jika melakukan penerbangan dari bandara utama di Jepang, penumpang pesawat akan tiba dan tinggal landas tepat waktu.

Bandara Internasional Osaka disebut dengan bandara kecil terbaik dengan rating ketepatan waktu sebesar 93,85 persen. Sementara Bandara Internasional Tokyo Haneda juga menempati peringkat teratas bandara berukuran besar dengan tingkat ketepatan 91,25 persen.

Selain itu, maskapai penerbangan asal Latvia, AirBaltic juga disebut-sebut berada dalam peringkat maskapai dengan tingkat ketepatan waktu yang baik. Maskapai dengan biaya rendah (low cost carrier) yang telah melayani selama dua tahun ini berada di urutan pertama dengan tingkat ketepatan waktu rata-rata 94,39 persen lebih cepat 15 menit dari jadwal tinggal landas.

Maskapai penerbangan asal Jepang, All Nippon Airways (ANA) dan Japan Airlines (JAL) juga menduduki peringkat lima besar maskapai yang melayani penerbangan dengan tepat waktu.

Selain itu, berdasarkan laporan data OAG, maskapai dan bandara di seluruh dunia telah membaik dalam jadwal penerbangan.

Penumpang marah

Analis Senior OAG, John Grant menyebutkan kondisi penumpang marah karena keterlambatan jadwal adalah hasil dari penekanan biaya operasional yang semakin kompetitif oleh bandara dan operator maskapai penerbangan.

"Bandara dan maskapai penerbangan adalah aset yang sangat mahal untuk dijalankan dan mereka ingin mendapatkan manfaat yang maksimal. Jadi kenaikan tingkat ketepatan waktu sangat penting," kata Grant.

Grant mengatakan para penumpang pesawat yang marah lebih suka mempublikasikan keluhan keterlambatan penerbangan melalui smartphone.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.