Pemkot Makassar Promosi Pariwisata di 3 Bandara Internasional

Kompas.com - 11/01/2016, 17:05 WIB
Para wisatawan berkumpul di depan tulisan Fort Rotterdam berwarna merah di depan Obyek Wisata Benteng Fort Rotterdam, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/2/2015). Benteng Rotterdam terletak di di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan. KOMPAS.com / Wahyu Adityo ProdjoPara wisatawan berkumpul di depan tulisan Fort Rotterdam berwarna merah di depan Obyek Wisata Benteng Fort Rotterdam, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/2/2015). Benteng Rotterdam terletak di di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
EditorI Made Asdhiana
MAKASSAR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan akan memasang iklan billboard pariwisata Kota Daeng di tiga bandar udara internasional sebagai upaya meningkatkan pemasukan dari sekot pariwisata pada 2016.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto di Makassar, Senin (11/1/2016), mengatakan tiga bandara yang menjadi lokasi pemasangan iklan billboard pariwisata kota itu antara lain Bandara Soekarno-Hatta (DKI Jakarta), Bandara Juanda (Surabaya), dan Bandara Ngurah Rai (Bali).

"Salah satu upaya kita menghadapi wisatawan asing itu di antaranya dengan memasang billboard di tiga bandara internasional. Kami tentu berharap apa yang kita lakukan dapat memacu pendapatan pariwisata kita ke depan," jelasnya.

Mengenai target pariwisata Pemkot Makassar pada 2016 ini, menurut Ramdhan, pihaknya mengaku lebih fokus lebih dulu terhadap sistem promosi.

KOMPAS/RATIH P SUDARSONO Pantai Losari di Makassar, Sulawesi Selatan.
Pemkot Makassar juga akan lebih serius memperbaiki setiap sistem yang ada untuk lebih memaksimalkan upaya mendatangkan atau menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke kota tersebut.

Ramdhan menjelaskan, Kota Makassar pada dasarnya sudah memiliki berbagai potensi wisata yang cukup menjanjikan. Artinya jika bisa dilakukan pembenahan sistem yang lebih terpadu maka hasilnya tentu diharapkan bisa lebih maksimal.

"Kita akan melakukan perbaikan sistem yang ada untuk lebih memaksimalkan potensi setiap pariwisata yang ada di Makassar," ujarnya.

Saat ini, menurut Ramdhan, pihaknya juga tengah menggagas penciptaan ikon pariwisata Makassar sebagai simbol kota. Kesepakatan semua pihak yang terkait harus dilibatkan untuk mengetahui seperti apa ciri dan simbol-simbol tersebut.

Ramdhan memaparkan, salah satu istilah dalam budaya Makassar yakni "Sombere" atau bentuk keramahan, saat ini masih digunakan dalam mempromosikan Kota Makassar termasuk pada program Pemerintah Kota.

KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN Coto.
"Adalah kesepakatan dan ruang diskusi dalam mematangkan penciptaan ikon ini menghadirkan budayawan, praktisi dinas terkait serta komunitas budaya pariwisata sehingga menjadi kesepakatan bersama dan tidak ada yang dirugikan," katanya.

Selain itu penandaan kuliner khas Makassar perlu diperhatikan sehingga para wisatawan mengetahui jenis kuliner apa yang menjadi ciri khasnya.

"Seperti mangkuk coto misalnya harus ditandai dan dipatenkan sehingga orang tahu bahwa dari mangkuk itu adalah Coto Makassar. Begitu pun Palubasa, Sop Saudara, Palumara dan lainnya," tambah Ramdhan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X