Taman Sri Baduga Ditargetkan Jadi Lokasi Konser Musik Internasional

Kompas.com - 12/01/2016, 09:36 WIB
Air mancur Sri Baduga Purwakarta tahap kedua telah selesai dilakukan. Air mancur kebanggaan warga Purwakarta tersebut diklaim mengalahkan air mancur Singapura. Dok Humas Purwakarta Air mancur Sri Baduga Purwakarta tahap kedua telah selesai dilakukan. Air mancur kebanggaan warga Purwakarta tersebut diklaim mengalahkan air mancur Singapura.
|
EditorI Made Asdhiana
PURWAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus melakukan pembenahan Taman Sri Baduga (Situ. Buleud). Di antaranya, penataan tempat duduk penonton, serta fasilitas lainnya.

Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan, penataan terus dilakukan karena ke depan, taman ini ditargetkan menjadi lokasi konser musik berskala internasional.

"Para musisi dari dalam maupun luar negeri bisa unjuk kebolehan di atas panggung mengapung tersebut," ujar Dedi melalui saluran telepon, Senin (11/1/2016).

Dedi mengungkapkan, luas taman yang berada di jantung Purwakarta ini mencapai 2 hektare. Taman ini dilengkapi air mancur terbesar di Asia Tenggara. Selain terbesar, air mancur tersebut sangat indah dan tariannya sangat cantik.

Di antara air mancur tersebut, terdapat panggung berbentuk 'T' untuk pertunjukan. Sehingga mengisi acara seperti berada di atas air. "Situ ini kapasitasnya 2.000 penonton. Karenanya Taman Sri Baduga layak menjadi konser musik skala internasional," katanya.

Dok Humas Purwakarta Air mancur Sri Baduga Purwakarta tahap kedua telah selesai dilakukan. Air mancur kebanggaan warga Purwakarta tersebut diklaim mengalahkan air mancur Singapura.
Dedi mengungkapkan, taman ini multifungsi. Yakni sebagai area terbuka hijau, sarana olahraga, area konservasi pepohonan langka serta konservasi ikan hias Sungai Citarum.

"Air di Taman Sri Baduga merupakan aliran air pesawahan dan limbah rumah tangga. Begitu masuk ke sini, air kotor itu akan difilterisasi sehingga bersih. Makanya bisa untuk budidaya ikan tawar. Dan ikannya layak konsumsi," ujarnya.

Fungsi lainnya adalah pengendali banjir. Sebab, bila air irigasi dari wilayah selatan Purwakarta tidak dibuang ke situ ini, maka perkampungan yang ada di hilir situ akan kebanjiran.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Purwakarta, Ruslan Subanda, mengatakan, khusus untuk air mancur di Taman Sri Baduga ini, memiliki 2.000 nozel atau titik semburan air.

Dok Humas Purwakarta Air mancur Sri Baduga tahap kedua telah selesai dilakukan. Air mancur kebanggaan warga Purwakarta tersebut diklaim mengalahkan air mancur Singapura.
Sedangkan, kebutuhan listrik untuk mengoperasikan air mancur menari ini sekitar satu juta watt dengan durasi 20 menit. "Kebutuhan biaya untuk bayar listriknya Rp 90 juta per bulan," ujar Ruslan.

Meski demikian, biaya yang mahal itu terbayar dengan kepuasan masyarakat. Sebab, kini masyarakat Purwakarta dan sekitarnya bisa menikmati air mancur menari tanpa harus membayar. Selain itu, air mancur ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rute dan Harga Makanan di Camp Coffee & Nature Jogja

Rute dan Harga Makanan di Camp Coffee & Nature Jogja

Travel Tips
Camp Coffee & Nature, Ngopi di Hutan di Tengah Kota Jogja

Camp Coffee & Nature, Ngopi di Hutan di Tengah Kota Jogja

Jalan Jalan
Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Travel Tips
Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Jalan Jalan
Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X