Menpar: Pariwisata Berjalan Normal Tak Terpengaruh Bom Sarinah

Kompas.com - 15/01/2016, 10:03 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya bekomunikasi dengan pengunjung yang datang di ruang pamer Indonesia pada Arabian Travel Market Dubai 2015 yang berlangsung di Dubai International Convention and Exhibition Center, 4-7 Mei 2015, di Dubai, Uni Emirat Arab. 
KOMPAS/RATIH P SUDARSONOMenteri Pariwisata Arief Yahya bekomunikasi dengan pengunjung yang datang di ruang pamer Indonesia pada Arabian Travel Market Dubai 2015 yang berlangsung di Dubai International Convention and Exhibition Center, 4-7 Mei 2015, di Dubai, Uni Emirat Arab.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor pariwisata sempat terpukul dengan insiden teror bom di Sarinah, Jakarta. Namun, Kementerian Pariwisata melalui tim crisis centre memastikan pariwisata Indonesia aman dan terus berjalan secara normal, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga destinasi wisata utama lainnya di Indonesia.

Misalnya "Great Batam-Bintan", Andy Fong, GM Batam View Hotel Batam yang diwawancara langsung oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya memastikan bahwa Batam aman. Bahkan, saat ini sedang ramai dengan turis dari Korea Selatan dan Singapura.

“Mereka nyaman-nyaman saja. Tidak terpengaruh dengan kejadian di Jakarta. Yang harus kita lakukan adalah jangan sembunyi ke dalam, justru kita harus berani promosi gencar ke keluar,” usul Andy Fong, seperti termuat dalam siaran pers yang diterima KompasTravel, Kamis (14/1/2016) malam.

Apa yang terjadi dengan Bali? Bali merupakan destinasi wisata nomor satu di Indonesia, yang didarati 40 persen dari wisatawan mancanegara. Arief mewawancarai Reiner Daulay, pemilik Radana Hotel Kuta. Apa katanya?

“Saya monitor detik per detik, sampai dengan malam ini tidak ada cancel sama sekali. Bali sangat aman, dan tidak terpengaruh oleh suasana 5 jam di Ibu Kota itu. Saya juga mengecek kawan-kawan PHRI (Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia) di Jakarta, suasananya juga oke, aman, kembali normal,” ungkap dia.

Reiner juga mengungkapkan, begitu insiden itu terjadi, dia membuat tulisan yang dikirim ke partner dan koleganya di berbagai belahan dunia. Dia jelaskan bahwa Indonesia aman, Bali aman.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan mancanegara di obyek wisata Pura Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, Bali, Jumat (26/6/2015).
“Sebagai pelaku industri pariwisata, saya sebarkan info, yang intinya, kita tidak boleh takut. Saya kirimkan juga ke semua kawan tidak perlu panik, tidak perlu takut,” paparnya

Hal serupa juga ditegaskan oleh Robert Kelsell, Ketua Bali Hotel Association (BHA), yang dikontak Arief.

“Bali ok, tidak ada cancel, aman-aman saja. Semua berjalan seperti biasa,” sebutnya.

Bagaimana suasana di Yogyakarta? Erny Kusmastuty, praktisi perhotelan di Yogyakarta menjelaskan Kota Gudeg yang sering dikenal sebagai Kota Pariwisata itu juga aman-aman saja.

“Sejauh ini aman-aman saja. Tidak ada gejolak apa-apa di Jogja. Saya coba kontak kawan-kawan di Jakarta, mereka cerita kalau peristiwanya hanya terlokalisir di Thamrin saja, satu titik saja,” katanya. (*)

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X