Kompas.com - 18/01/2016, 17:08 WIB
Seorang pegawai Balai Penelitian Kehutanan Manado di Sulawesi Utara, Selasa (12/2/2013), memberi pakan berupa pisang kepada fauna endemis setempat, anoa. BPK Manado bekerjasama dengan Biotrop dan Institut Pertanian Bogor menyiapkan inseminasi buatan sebagai upaya memperbanyak fauna yang terancam punah inii. Metode serupa berhasil diterapkan di Taman Safari Cisarua, Bogor, Jabar. KOMPAS/ICHWAN SUSANTOSeorang pegawai Balai Penelitian Kehutanan Manado di Sulawesi Utara, Selasa (12/2/2013), memberi pakan berupa pisang kepada fauna endemis setempat, anoa. BPK Manado bekerjasama dengan Biotrop dan Institut Pertanian Bogor menyiapkan inseminasi buatan sebagai upaya memperbanyak fauna yang terancam punah inii. Metode serupa berhasil diterapkan di Taman Safari Cisarua, Bogor, Jabar.
|
EditorI Made Asdhiana
KOLAKA, KOMPAS.com - Anoa adalah binatang mamalia yang dijadikan maskot Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Hal ini tentunya tidak terlepas dari keistimewaan binatang bertanduk tersebut. Sebab binatang mamalia ini memang merupakan binatang endemik yang tidak ada di belahan dunia mana pun kecuali di Pulau Sulawesi.

Nanun miris, hingga saat ini sudah sangat jarang lagi bisa menjumpai Anoa. Populasinya tiap tahun menurun yang disebabkan aksi perburuan liar oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hal inilah yang dilihat oleh Pemkab Kolaka, Sulawesi Tenggara sehingga berani mencoba membuat pusat karantina Anoa. Dalam waktu dekat Pemkab Kolaka akan melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak terkait rencana tersebut.

"Sebenarnya ini sudah sangat lama diimpikan. Namun baru sekarang kita mau coba. Program ini nantinya kita pusatkan di Taman Wisata Alam Ulunggulaka. Sejumlah pertimbangan kenapa harus di sana. Salah satunya sebagai tempat wisata maka akan sekaligus menjadi wadah untuk melestarikan binatang ini mulai dari cerita hingga wujudnya," kata Bupati Kolaka Ahmad Safei.

Dia memaparkan, dalam penangkaran itu nantinya akan diupayakan pengembangbiakan hewan tersebut. "Di tempat karantina hewan ini harus berkembang biak. Jangan sampai anak cucu kita nanti hanya tinggal mendengar ceritanya saja. Namun semua ini perlu kita diskusikan bersama, termasuk pemerintah pusat karena rencana tempat karantinanya itu masuk dalam kawasan hutan lindung," katanya.

Pusat karantina Anoa pertama di dunia ini nantinya juga dipercaya dapat menyedot wisatawan dalam dan luar negeri. "Kita akan desain sedemikian rupa agar minat wisatawan ke Kolaka bertambah. Artinya pusat karantina ini nantinya terbuka untuk umum dengan catatan harus patuh terhadap aturan yang dibuat bagi para pengunjung," tegasnya.

Kota Kolaka memang tengah gencar mensosialisasikan potensi wisata dan budaya daerah tersebut. Sebab dengan keanekaragaman pilihan wisata dipercaya Kolaka bisa jadi destinasi daerah wisata baru di Indonesia bahkan dunia.

Jika pusat karantina Anoa sukses dilakukan maka destinasi wisata di Kolaka akan bertambah selain dari wisata alam, sejarah, budaya dan wisata bahari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X