Empat Strategi Banyuwangi Raih Penghargaan Pariwisata PBB

Kompas.com - 22/01/2016, 10:41 WIB
Festival Barongan di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (11/10/2015). KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATIFestival Barongan di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (11/10/2015).
EditorI Made Asdhiana
BANYUWANGI, KOMPAS.com- Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur meraih penghargaan dari Organisasi Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNWTO) dalam ajang "12th UNWTO Awards Forum" di Madrid, Spanyol, Rabu (20/1/2016) malam waktu setempat.

Informasi dari Bagian Humas Pemkab Banyuwangi yang diterima di Banyuwangi, Kamis (21/1/2016) menyebutkan kabupaten berjuluk "The Sunrise of Java" itu menyabet "UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism" untuk kategori "Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola", mengalahkan nominasi lainnya dari Kolombia, Kenya, dan Puerto Rico.

Selain Banyuwangi, juara lainnya datang dari Lithuania untuk kategori "Inovasi Dunia Usaha", Nepal untuk "Inovasi Organisasi Non-Pemerintah", dan Brasil untuk kategori "Inovasi Riset dan Teknologi Pariwisata". Para juara itu menyisihkan 109 program lainnya dari negara-negara anggota UNWTO di seluruh dunia.

"Penghargaan ini sangat berarti, bukan hanya bagi Banyuwangi, tapi juga bagi Indonesia. Apalagi setelah adanya aksi terorisme belum lama ini, kita bersama-sama menjaga pariwisata Indonesia di mata dunia," kata Sekretaris Daerah Banyuwangi Slamet Kariyono saat dihubungi dari Banyuwangi.

BARRY KUSUMA Pantai Pulau Merah di Banyuwangi, Jawa Timur.
Slamet menjelaskan dalam lima tahun terakhir, sektor pariwisata di Banyuwangi memang terus menggeliat. Kunjungan wisatawan nusantara melonjak 161 persen dari 651.500 orang (2010) menjadi 1.701.230 orang (2015). Adapun wisatawan mancanegara meningkat 210 persen dari kisaran 13.200 (2010) menjadi 41.000 (2015). Data wisatawan ini diverifikasi dari hotel dan pengelola destinasi wisata.

Geliat bisnis dan pariwisata juga ditunjukkan lewat lonjakan jumlah penumpang di Bandara Blimbingsari Banyuwangi yang mencapai 1.308 persen dari hanya 7.826 penumpang (2011) menjadi 110.234 penumpang (2015).

Pariwisata juga ikut menggerakkan ekonomi warga. Pendapatan per kapita Banyuwangi menurut Badan Pusat Statistik (BPS) melonjak 62 persen dari Rp 20,8 juta (2010) menjadi Rp 33,6 juta per kapita per tahun (2014).

Empat Strategi

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwngi, MY Bramuda menambahkan Banyuwangi mendapat penghargaan UNWTO karena dinilai berhasil menggerakkan pariwisata. Pemkab Banyuwangi menjalankan empat strategi kunci pariwisata.

KOMPAS/HARRY SUSILO Petambang sedang mengambil belerang di Kawah Ijen, Jawa Timur.
Pertama, menjadikan daerah sebagai "produk" yang mesti dipasarkan potensi wisatanya. "Birokrasi tidak hanya menjadi pelayan publik dalam keseharian, tapi juga bersama-sama pemangku kepentingan yang lain ikut mempromosikan wisata," tutur Bramuda.

Kedua, memilih strategi pemasaran yang tepat. Banyuwangi menawarkan petualangan dan pengalaman yang berbeda dengan daerah lain. Petualangan untuk wisata alam, sedangkan pengalaman adalah untuk wisata budaya dan wisata kegiatan lewat Banyuwangi Festival.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X