Kompas.com - 22/01/2016, 14:08 WIB
Turis asing di Pantai Pemuteran, Buleleng, Bali KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F.Turis asing di Pantai Pemuteran, Buleleng, Bali
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Hanya ada barisan bantal-bantal menghadap birunya laut, ditemani rindangnya pepohonan d ibelakang, suasana keheningan ini yang mulai sulit didapatkan di bali.

Tidak ada riuh ramai orang berjualan, bangunan-bangunan modern yang menghalangi pemandangan, hanya aroma laut yang dibawa tiupan angin pantai, semuanya seakan mengajak wisatawan bersantai.

Pulau Dewata terkenal dengan keindahan pantainya seperti Kuta, Nusa Dua, Seminyak dan tempat tersohor lainnya. Namun, keindahan Bali tidak hanya habis di tempat-tempat terkenal itu saja.

Semakin tersohornya tempat-tempat tersebut, maka semakin membludak pula wisatawan yang datang. Di saat tempat tersebut semakin ramai, para wisatawan khususnya asing kini berpencar ke pelosok-pelosok untuk satu tujuan, yaitu ketenangan.

Salah satunya yang tersembunyi adalah Desa Pemuteran. Berada di bagian utara pulau Bali, persisnya di wilayah Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali. Pantai Pemuteran sendiri terdapat di samping jalur utara jalan provinsi.

Yayasan Karang Lestari (Bali) dengan kegiatan "Coral Reef Reborn Pemuteran, Bali" baru saja meraih peringkat kedua untuk kategori "Innovation in Non Govermental Organizations" di United Nation World Tourism Organization (UNWTO/Organisasi Pariwisata Dunia PBB).

Penghargaan diterima langsung oleh I Gusti Agung Prana (64), Ketua Yayasan Karang Lestari, di Madrid, Spanyol, pada Rabu (20/1/2016) malam waktu setempat atau Kamis (21/1/2016) subuh WIB.
 
Di sini turis biasanya asyik berjemur, sambil membaca. Sepi, tidak riuh dengan suara orang berjualan, suara-suara turis mabuk di tepi pantai atau gelak tawa yang terlalu kencang. Sangat beda dengan pantai-pantai Bali yang terkenal ramai.

KOMPAS.com/Ni Luh Made Pertiwi F. I Gusti Agung Prana, Ketua Yayasan Karang Lestari, di Desa Pemuteran, Bali
Pantai ini memang dijaga sedemikian rupa oleh masyarakat adat desa Pemuteran sendiri. Pembangunannya dan pelestariannya atas partisipasi masyarakat lokal, yang masih kental dengan adat mereka.

Dari mulai operator diving yang dibatasi, jumlah hotel, hingga pedagang pun dibatasi oleh peraturan adat. Di desa ini hanya ada sekitar 12 hotel. Sisanya adalah homestay.

Akses

Dapat ditempuh melalui jalur darat sekitar 200 kilometer dari Denpasar atau selama empat jam. Jalur yang dilewati adalah Denpasar-Gilimanuk-Singaraja.

Malah lebih cepat jika dari Pulau Jawa dan menyeberang ke Pulau Bali lewat Pelabuhan Gilimanuk. Dari Pelabuhan Gilimanuk tak sampai satu jam perjalanan darat.

Aktivitas wisata

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Inggris Cabut Syarat Tes Perjalanan Bagi Turis yang Divaksinasi

Inggris Cabut Syarat Tes Perjalanan Bagi Turis yang Divaksinasi

Travel Update
10 Tempat Ngopi di Semarang, Ada Kafe dengan Bangunan Benteng

10 Tempat Ngopi di Semarang, Ada Kafe dengan Bangunan Benteng

Jalan Jalan
5 Tips Tidur Nyenyak Saat Bepergian, Coba Dengar Musik Santai

5 Tips Tidur Nyenyak Saat Bepergian, Coba Dengar Musik Santai

Travel Tips
4 Cara Mencegah Sakit Telinga Usai Naik Gunung

4 Cara Mencegah Sakit Telinga Usai Naik Gunung

Travel Tips
Terowongan Kendal Jakarta Kini Dihiasi Mural Seniman Jakarta-Berlin

Terowongan Kendal Jakarta Kini Dihiasi Mural Seniman Jakarta-Berlin

Jalan Jalan
Harga Tiket Bukit Jamur Ciwidey, Jam Buka, dan Jalan Menuju Lokasi

Harga Tiket Bukit Jamur Ciwidey, Jam Buka, dan Jalan Menuju Lokasi

Jalan Jalan
Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Upaya Pramuwisata Hadapi Pandemi, dari Alih Profesi hingga Adaptasi

Travel Update
Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Promo 73 Tahun Garuda Indonesia, Ada Diskon Tiket 50 Persen

Travel Promo
Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Tips Pilih Kursi untuk Anak Saat Naik Pesawat agar Lebih Nyaman

Travel Tips
Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Bandara Halim Tutup Sementara, Citilink Alihkan Operasional ke Soekarno-Hatta

Travel Update
Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Satu Kapal Feri Per Hari Disiapkan untuk Travel Bubble Indonesia-Singapura

Travel Update
Minho SHINee Jadi 'Guide' untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Minho SHINee Jadi "Guide" untuk Gwanghwamun, Korea Selatan

Travel Update
Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Asita Sambut Baik Uji Coba Travel Bubble Indonesia-Singapura, tetapi...

Travel Update
Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Zeround EduPark Pangandaran Segera Buka, Kenalkan Aneka Jenis Reptil

Jalan Jalan
Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Berburu Kuliner Legendaris di Kwitang Jakarta Pusat, Ada Es Krim Baltic sejak 1939

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.