Kompas.com - 25/01/2016, 21:09 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
BANDA ACEH, KOMPAS.com – Kain tenun songket merupakan salah satu jenis kain yang memiliki nuansa mewah. Selain membutuhkan waktu untuk menghasilkan sehelai kain, harganya pun tergolong mahal.

Di Aceh, tak banyak perajin memiliki keahlian menenun songket. Namun, peminat terhadap kain songket aceh cukup banyak karena kesakralan nilainya. Setiap motif songket aceh menggambarkan falsafah hidup masyarakat di Aceh.

Adalah Jasmani, seorang perempuan berusia 50 tahun, dan dia adalah salah satu perajin tenun songket yang bisa ditemui di Desa Siem, Kecamatan Darussalam, Kabupaten Aceh Besar. Hingga kini dia masih eksis menenun songket.

Sejak pagi hari ia sudah memulai aktifitas menenun. Kain hasil tenunannya tak bertahan lama di rumah, karena langsung dibeli oleh konsumen. Belum lagi jika ia harus mengerjakan pesanan para pelanggan dan konsumen.

“Kalau pesanan ada banyak, tapi orang yang mengerjakannya terbatas, karena tidak banyak orang yang bisa menenun,” jelas Jasmani, Sabtu (23/1/2016).

Meski memiliki 10 pekerja, Jasmani masih belum bisa memenuhi permintaan pasar dalam jumlah besar. Selain terbatasnya modal untuk pengadaan mesin tenun, jasmani pun tak punya banyak perajin.

“Perajin saya adalah warga desa biasa, jika tak ada pesanan, mereka tak bisa memproduksi karena tak ada modal, jadi mereka melakukan pekerjaan lain seperti bersawah untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Jika ada orderan bersamaan dengan musim tanam atau panen, maka mereka lebih memilih ke sawah,” ungkap Jasmani tersenyum.

KOMPAS.COM/DASPRIANI Y ZAMZAMI Seorang perajin tenun songket Aceh, sedang menenun kain songket memenuhi pesanan konsumen.
Jasmani mengaku belajar menenun kepada Nyak Salamu, seorang perajin tenun yang tak jauh dari rumahnya. Nyak Salamu alias Nyak Mu sendiri kini sudah meninggal dunia. Ironisnya, tidak ada turunan Nyak Mu yang meneruskan usaha tenun miliknya.

Sejumlah peralatan tenun milik Nyak Mu teronggok tanpa ada yang menggunakan. Selain terbatasnya modal usaha, bahan baku untuk menenun, sebut Jasmani, menjadi penyebab mundurnya usaha tenun di kawasan tersebut.

“Saya pun juga terkendala modal dan bahan baku, sehingga saya tidak mampu memproduksi dalam jumlah besar, padahal saya ingin memproduksi banyak,” jelas Jasmani.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Penyangga Zona Otorita Borobudur Dapat Pelatihan Soal Homestay

Warga Penyangga Zona Otorita Borobudur Dapat Pelatihan Soal Homestay

Travel Update
Sewa Satu Desa Lengkap dengan Kastel di Italia, Biayanya Rp 24,7 Juta per Malam

Sewa Satu Desa Lengkap dengan Kastel di Italia, Biayanya Rp 24,7 Juta per Malam

Travel Update
Tiket Kereta Api untuk Nataru Masih Banyak, Lebih dari 1 Juta Tiket

Tiket Kereta Api untuk Nataru Masih Banyak, Lebih dari 1 Juta Tiket

Travel Update
10 Tindakan Penumpang yang Membuat Pramugari Jengkel, Jangan Dicoba

10 Tindakan Penumpang yang Membuat Pramugari Jengkel, Jangan Dicoba

Travel Tips
5 Tips Lihat Instalasi The Soul Trembles di Museum MACAN

5 Tips Lihat Instalasi The Soul Trembles di Museum MACAN

Travel Tips
10 Syarat Terbaru Mendaki Gunung Kerinci, Wajib Pakai Porter

10 Syarat Terbaru Mendaki Gunung Kerinci, Wajib Pakai Porter

Jalan Jalan
Goa Alam Watu Tahang, Manggarai Timur yang Unik di Pinggir Sawah

Goa Alam Watu Tahang, Manggarai Timur yang Unik di Pinggir Sawah

Jalan Jalan
Wisata ke Ambon, Nikmati Kuliner Lokal di Kopi Sibu-Sibu

Wisata ke Ambon, Nikmati Kuliner Lokal di Kopi Sibu-Sibu

Jalan Jalan
7 Hotel Dekat Kuntum Farmfield Bogor yang Cocok untuk Keluarga

7 Hotel Dekat Kuntum Farmfield Bogor yang Cocok untuk Keluarga

Jalan Jalan
7 Rekomendasi Destinasi Wisata Bali, Buat Liburan Akhir Tahun Tak Terlupakan

7 Rekomendasi Destinasi Wisata Bali, Buat Liburan Akhir Tahun Tak Terlupakan

Jalan Jalan
Raja Ampat Baru, Pesona Pulau Tawale di Halmahera Selatan

Raja Ampat Baru, Pesona Pulau Tawale di Halmahera Selatan

Jalan Jalan
Harga Tiket dan Sewa Perlengkapan Camping di Bukit Klangon, Yogyakarta

Harga Tiket dan Sewa Perlengkapan Camping di Bukit Klangon, Yogyakarta

Travel Tips
Multiple Entry Visa Dibuka Lagi, Kepulauan Riau Jadi yang Pertama

Multiple Entry Visa Dibuka Lagi, Kepulauan Riau Jadi yang Pertama

Travel Update
Kuntum Farmfield Bogor: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Kuntum Farmfield Bogor: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Aktivitas

Travel Tips
Lukisan hingga Benang, Karya Pertama Chiharu Shiota di Museum MACAN

Lukisan hingga Benang, Karya Pertama Chiharu Shiota di Museum MACAN

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.