Jangan Lewatkan Tiga Festival Unggulan Banyuwangi

Kompas.com - 26/01/2016, 14:07 WIB
Pebalap menyelesaikan etape pertama Tour de Ijen 2012 yang menempuh jarak 124,7 kilometer dari Kota Banyuwangi menuju Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (7/12/2012)  Pebalap Uzbekistan Denis Shaymanov memenangi etape ini.

KOMPAS/RADITYA HELABUMIPebalap menyelesaikan etape pertama Tour de Ijen 2012 yang menempuh jarak 124,7 kilometer dari Kota Banyuwangi menuju Pulau Merah, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (7/12/2012) Pebalap Uzbekistan Denis Shaymanov memenangi etape ini.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
JAKARTA, KOMPAS.com - Dari puluhan festival yang akan diselenggarakan di Banyuwangi, ada tiga festival yang menjadi unggulan. Festival tersebut dipandang sebagai festival yang paling banyak mengundang wisatawan baik domestik maupun asing.

“Ketiga festival tersebut merupakan skala besar, dan dipastikan hotel-hotel penginapan penuh menjelang digelarnya festival," ujar MY Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwngi, saat dihubungi KompasTravel, Senin (25/1/2016).

Sebelumnya Bramuda menyebutkan ada lebih dari 35 festival di tahun 2016. "Bisa jadi 40 atau 45, tergantung tradisi dan kebudayaan lokal itu sendiri,” ungkapnya.

Menurut Bramuda, ada beberapa festival yang menjadi unggulan, yaitu Festival Gandrung Sewu, International Tour de Banyuwangi Ijen, dan Banyuwangi Ethno Carnival yang biasa disebut BEC.

KOMPAS/ADI SUCIPTO Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam melestarikan gandrung dimulai dengan mengenalkan tari gandrung. Sebanyak 1.053 penari gandrung dilibatkan dalam paju gandrung sewu di pantai Boom Banyuwangi Jawa Timur pada Sabtu (23/11/2013) lalu artinya ada 2056 penari termasuk 1053 penari paju.
Ia menjelaskan International Tour de Banyuwangi merupakan acara balap sepeda tingkat internasional. Acara ini digelar selama satu minggu.

“Saat Tour de Ijen itu banyak sekali turis-turis yang menginap berhari-hari, empat sampai enam hari di Banyuwangi untuk melihat balapan. Oleh karena itu banyak keuntungan yang didapat masyarakat, di samping itu juga kita selalu menyuguhkan kebudayaan-kebudayaan asli selama mereka di Banyuwangi," ujar Bramuda.

SedangkanGandrung Sewu merupakan festival tarian masal. Ada ratusan penari terlibat dalam festival ini.

“Acara ini merupakan tarian masal, yang melibatkan banyak orang. Tentunya wisatawannya pun banyak. Karena bukan hanya tarian, namun ada arak-arakan, budaya khas seperti barong,” tutur Bramuda.

KOMPAS.com / IRA RACHMAWATI Model menampilkan parade kostum dengan tema 'The Usingnese Royal Wedding' pada Banyuwangi Ethno Carnival 2015 di Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (17/10/2015). Karnaval memadukan modernitas dengan seni tradisional ini dibagi tiga sub tema, yaitu Sembur Kemuning, Mupus Braen Blambangan, dan Sekar Kedaton Wetan.
Sementara Banyuwangi Ethno Carnival merupakan pawai, penampilan, dan pameran budaya-budaya terbaik asli Banyuwangi.

“Banyak sekali yang ditampilkan nanti di Banyuwangi Ethno Carnival. Karena merupakan budaya terbaik yang ditampilkan, tentunya berasal dari adat kebudayaan masyarakat asli Banyuwangi sendiri,” kaya Bramuda.

Tour de Banyuwangi Ijen akan diselenggarakan bulan Mei. Sedangkan Banyuwangi Ethno Carnival akan berlangsung pada Bulan Oktober dan Festival Gandrung Sewu akan berlangsung pada November.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X