Kompas.com - 26/01/2016, 16:31 WIB
Suasana malam penyalaan lampu Light Emiting Diode (LED) di Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (18/5). Royal Philips Electronic bersama Pemkot Palembang menggantikan lampu pijar dengan lampu LED untuk mendukung program Kota Terang Hemat Energi (KTHE) Penggunaan lampu LED dapat menghemat biaya listrik di jembatan tersebut dari sebelumnya 900 juta menjadi Rp 250 juta per tahun. SERAMBI/M ANSHAR Suasana malam penyalaan lampu Light Emiting Diode (LED) di Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (18/5). Royal Philips Electronic bersama Pemkot Palembang menggantikan lampu pijar dengan lampu LED untuk mendukung program Kota Terang Hemat Energi (KTHE) Penggunaan lampu LED dapat menghemat biaya listrik di jembatan tersebut dari sebelumnya 900 juta menjadi Rp 250 juta per tahun.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Sumatera Selatan akan menutup Jembatan Ampera untuk pengamatan fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 di Jembatan Musi, 9 Maret mendatang.

Pasalnya, pada saat Gerhana Matahari Total mendatang, berbagai acara pariwisata akan dilakukan di Jembatan Ampera.

"Pengamatan Gerhana Matahari Total akan dipusatkan di Kota Palembang. Persis lihatnya di Jembatan Musi. Kita akan tutup selama 12 jam," kata Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin dalam Jumpa Pers Gerhana Matahari Total di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Ia mengatakan masyarakat Sumatera Selatan akan diajak menyaksikan Gerhana Matahari Total di Jembatan Ampera yang akan dimulai pada pukul 07.20 WIB. Sebelumnya, menurut Alex, acara akan diawali dengan sarapan bersama di Jembatan Musi.

"Kita melihat Gerhana Matahari Total selama 1 menit 59 detik tapi prosesnya lama bisa mencapai dua jam," terang Alex.

Sumatera Selatan merupakan salah satu provinsi dari 12 provinsi di Indonesia yang dilintasi oleh Gerhana Matahari Total. Adapun 11 provinsi lain yang dilintasi adalah Bengkulu, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Kementerian Pariwisata menargetkan 5 juta wisatawan nusantara dan 100.000 wisatawan mancanegara untuk menikmati GMT 2016 di Indonesia, 9 Maret 2016. Sekitar lebih dari 100 event digelar untuk meramaikan fenomena alam Gerhana Matahari Total pada 9 Maret 2016.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.