Inilah Pulau Morotai, Mutiara di Bibir Pasifik, Indahnya...

Kompas.com - 27/01/2016, 22:40 WIB
Jembatan pasir putih sepanjang kurang lebih 500 meter menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil di Morotai, Maluku Utara. Keindahan alam dan wisata sejarah, terutama peninggalan Perang Dunia II, menjadi daya tarik utama di kawasan yang terletak di bibir Pasifik ini. KOMPAS/PRASETYO EKO PRIHANANTOJembatan pasir putih sepanjang kurang lebih 500 meter menghubungkan Pulau Dodola Besar dan Pulau Dodola Kecil di Morotai, Maluku Utara. Keindahan alam dan wisata sejarah, terutama peninggalan Perang Dunia II, menjadi daya tarik utama di kawasan yang terletak di bibir Pasifik ini.
EditorI Made Asdhiana
PULAU Morotai terletak di utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Pulau ini merupakan salah satu pulau paling utara di Indonesia dan merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Halmahera Utara.

Keindahan Morotai dengan segudang sejarah dari Perang Dunia II membuatnya dijuluki sebagai, “Mutiara di Bibir Pasifik”.

Kota paling besar di Morotai adalah Daruba yang berlokasi di sebelah selatan. Di bagian utara pulau ini berbatas dengan Filipina, di bagian timurnya adalah Samudera Pasifik.

Dengan total populasi sekitar 53.000 jiwa dan luas sekitar 1.800 kilometer persegi, pulau ini memiliki beberapa pantai dengan pemandangan memukau didampingi oleh rahasia keindahan bawah laut yang menyimpan misteri.

Ya, Morotai memiliki beberapa tempat menyelam menarik yang sanggup membuat decak kagum tamu bawah lautnya.

KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTO Wisatawan menikmati keindahan alam Pulau Dodola, Morotai, Maluku Utara, Jumat (14/9/2012). Pulau Dodola merupakan salah satu objek wisata di Morotai yang sedang dikembangkan oleh pemerintah daerah.
Morotai pada abad ke-15 hingga abad ke-16 berada di bawah kekuasaan Kesultanan Ternate. Portugis sempat singgah di sini tetapi tidak diterima Kesultanan Ternate dan Halmahera sehingga Portugis pun hengkang.

Pulau Morotai lebih terkenal sebagai bagian dari sejarah Perang Dunia II karena dimanfaatkan Jepang kemudian direbut Amerika Serikat pada September 1944.

Amerika menggunakan pulau ini sebagai landasan serangan pesawat sebelum menuju Filipina dan Borneo bagian timur. Merupakan basis untuk serangan ke Jawa pada Oktober 1945 yang ditunda setelah penyerahan diri Jepang pada bulan Agustus.

Penduduk lokal di Pulau Morotai yang masih mengingat Perang Dunai II akan bercerita kepada Anda bahwa tahun 1944-1945 tempat ini merupakan lokasi pertempuran sengit dari puluhan pesawat tempur yang menderu ketika lepas landas dan mendarat di sepanjang Teluk Daruba.

Puluhan ribu tentara bertebaran di setiap sudut pulau dan kapal angkatan laut berlabuh membawa pasokan kebutuhan harian tentara.

KOMPAS/PRASETYO EKO PRIHANANTO Muhlis Eso dan benda-benda peninggalan Perang Dunia II di Pulau Morotai, Maluku Utara, pada tahun 1940-an.
Morotai saat itu merupakan salah satu markas tentara Amerika Serikat saat berperang menghadapi Jepang dalam Perang Pasifik selama Perang Dunia II.

Pada 15 September 1944, tentara sekutu dari Amerika Serikat dan Australia di bawah pimpinan Panglima Pasifik Barat, Jenderal Douglas MacArthur mendarat di Morotai tapatnya di bagian barat daya pulau ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X