Kelewat Enak, Durian Vera Sering Ditolak Ikut Lomba

Kompas.com - 30/01/2016, 09:11 WIB
Amir Mahmud (65), warga Dusun Tabak Gunung Rt 04 Rw 04 Desa Brongkol, Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/1/2016), menunjukkan durian vera miliknya. KOMPAS.COM/SYAHRUL MUNIRAmir Mahmud (65), warga Dusun Tabak Gunung Rt 04 Rw 04 Desa Brongkol, Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (28/1/2016), menunjukkan durian vera miliknya.
|
EditorWisnubrata
AMBARAWA, KOMPAS.com - Musim durian telah tiba. Salah satu tujuan penggemar durian di Jawa Tengah untuk menikmati buah berduri itu adalah Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Di desa ini ratusan pohon durian tumbuh dengan subur. Rata-rata tinggi pohonnya 30 meter.

Bila sedang musim, durian mudah dijumpai dijajakan di sepanjang jalan dari Banyubiru menuju Jambu. Bahkan di Desa Brongkol ada pasar khusus buah durian. Meski begitu, banyak orang berburu durian langsung di pohonnya yang berada di kebun-kebun dan rumah petani durian.

Nah, salah satu lokasi berburu durian yang dicari pengunjung adalah rumah durian "Vera Duri Permata" milik Amir Mahmud (65) di Dusun Tabak Gunung, Desa Brongkol. Di sini ada satu varian durian yang populer, yaitu durian vera.

Penasaran dengan kisah tentang durian Vera, beberapa waktu lalu Pejabat (Pj) Bupati Semarang Sujarwanto Dwiatmoko mengunjunginya guna membuktikan cerita yang beredar. Komentarnya?

"Legitnya dapet, manisnya dapet, ada pahitnya, lumernya juga dapet. Durian dari Semarang,  Gunungpati dan Mijen lewat," puji Sujarwanto, begitu merasakan durian Vera yang disuguhkan langsung oleh pemiliknya.

Adapun Gunungpati dan Mijen adalah daerah penghasil durian di Kota Semarang yang terkenal. 

Sujarwanto lantas menceritakan, durian asal Brongkol menjadi langganan juara di festival durian. "Asal tahu saja, yang menang festival di Semarang itu durian kita dari Brongkol, bukan dari Mijen atau Gunungpati," ungkapnya.

Cerita itu dibenarkan Amir Mahmud, pemilik kebun. Menurut Amir, saking seringnya memenangi lomba, durian Vera ditolak oleh panitia dalam tiga lomba durian terakhir.

"Sebenarnya sudah tiga kali ingin diikutkan, tetapi selalu ditolak. Alasannya kalau ikut lagi, yang lain pasti kalah. Yang terakhir kemarin disebut bobotnya tidak memenuhi syarat. Padahal yang dilombakan rasanya," kata Amir.

Namun ternyata masing-masing pohon durian di Desa Brongkol mempunyai cita rasa yang berbeda-beda pula. Amir sedikitnya mempunyai 50 pohon durian di lahan seluas tiga hektar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X