Kompas.com - 30/01/2016, 10:25 WIB
Three Sisters, tiga pilar batu di kawasan Taman Nasional Blue Mountain, Katoomba, New South Wales, Australia. Ketiga pilar batu itu berdiri di sisi lembah Jamison yang konon kedalamannya mencapai satu kilometer. KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTOThree Sisters, tiga pilar batu di kawasan Taman Nasional Blue Mountain, Katoomba, New South Wales, Australia. Ketiga pilar batu itu berdiri di sisi lembah Jamison yang konon kedalamannya mencapai satu kilometer.
|
EditorI Made Asdhiana
KATOOMBA, KOMPAS.com - Di zaman dahulu kala, hiduplah seorang lelaki bernama Tyawan bersama tiga orang putrinya, Meenhi, Wimlah, dan Gunnedoo.

Selain ayah, Tyawan adalah dukun yang mempunyai kemampuan sihir. Dengan tongkat ajaib di tangannya, dia bisa mengubah apapun sekehendak hatinya.

Mereka berempat hidup di puncak bukit. Tak jauh dari tempat mereka tinggal, ada jurang yang sangat dalam. Di bawahnya adalah lembah pekat yang tak tersentuh manusia.

Setiap kali Tyawan hendak berburu ke hutan, dia tak pernah lupa untuk mengingatkan anak-anaknya agar tetap berada di puncak bukit.

Tyawan takut ketiga anaknya akan diganggu oleh mahkluk bernama Bunyip. Mahkluk jahat itu  tertidur dalam kegelapan di dasar lembah.

Suatu hari, saat Tyawan pergi berburu, Meenhi tak sengaja menjatuhkan batu ke dalam jurang. Akibatnya, Bunyip terbangun. Dia marah dan berusana naik ke puncak bukit, mengejar gadis-gadis itu.

Tyawan yang tak berada di dekat ketiga anaknya, tak dapat langsung membantu. Dari kejauhan, Tyawan pun menyihir ketiga anaknya menjadi tiga pilar batu, agar selamat dari serangan Bunyip.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

KOMPAS.com/ GLORI K WADRIANTO Pemandangan di kawasan Blue Mountain yang disaksikan dari Echo Point di Katoomba, New South Wales.
Bunyip pun semakin marah. Dia lantas berbalik dan memburu Tyawan. Tyawan menghindar, dia mengubah dirinya menjadi berbagai bentuk sebelum akhirnya berubah menjadi burung "lyrebird".

Dengan cara itu, Tyawan pun lolos dari kejaran Bunyip. Namun malang, tongkat sakti Tyawan jatuh ke dasar lembah saat kedua tangannya berubah menjadi sayap.

Sejak saat itu, Tyawan terus terbang dan mencakari dedaunan di lembah untuk mencari tongkatnya. Hanya dengan tongkat itu, dia bisa mengembalikan wujud asli ketiga putrinya.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X