Kompas.com - 30/01/2016, 11:40 WIB
Panitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar Festival Barongsai, Minggu (1/3/2015). Selain untuk memeriahkan Imlek dan menyambut Cap Go Meh, festival itu juga digelar untuk melestarikan budaya nasional, khususnya budaya Tionghoa. KOMPAS/EMANUEL EDI SAPUTRAPanitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar Festival Barongsai, Minggu (1/3/2015). Selain untuk memeriahkan Imlek dan menyambut Cap Go Meh, festival itu juga digelar untuk melestarikan budaya nasional, khususnya budaya Tionghoa.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata akan mengenalkan suasana perayaan Imlek di Lombok, Februari mendatang. Hal itu untuk meramaikan sejumlah perayaan Imlek di Palembang, Singkawang, Solo, Semarang, dan daerah-daerah lain telah banyak diketahui masyarakat luas.

"Kita perlu angkat daerah lain seperti di Lombok yang punya Chinatown. (Perayaan Imlek) di sana mereka akan tampilkan atraksi-atraksi akrobat dari China," kata Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuty kepada KompasTravel usai Jumpa Pers Gerhana Matahari di Jakarta, Senin lalu.

Ia mengatakan keunikan berupa toleransi masyarakat Muslim dengan masyakarat Tionghoa di Lombok adalah salah satu hal yang menarik untuk dipromosikan. Esthy mengatakan sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah Nusa Tenggara Barat dalam rangka penyelenggaraan acara Imlek di Lombok.

"Konsulat Jenderal Republik Rakyat China kan akan hadir di sana. Perayaan itu menunjukkan toleransi yang luar biasa. Lombok bisa diangkat," jelasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat HL Mohammad Faozal saat dikonfirmasi KompasTravel di sela-sela acara Rapat Koordinasi Nasional Kementerian Pariwisata di Jakarta, Rabu lalu mengatakan acara tersebut diadakan untuk pertama kalinya di NTB. Ia menjelaskan pada perayaan Imlek tersebut akan diselenggarakan pada tanggal 20 Februari 2016.

"Nama acaranya Silahturahmi Kebudayaan Tahun Baru Imlek. Itu nanti diadakan di Cakranegara karena di sana komunitas Chinanya kuat," tambah Faozal.

Ketua Panitia Silahturahmi Kebudayaan Tahun Baru Imlek 2567/2016, Bing Hamidy mengatakan acara itu pertama kali diselenggarakan untuk umum kepada masyarakat luas.

Ia berharap acara perayaan Imlek di Mataram itu dapat menarik kunjungan wisatawan setempat maupun dari luar Nusa Tenggara Barat.

"Kami mengajak masyarakat Lombok, masyarakat, adat Sasak, suku Bali, dan komunitas agama-agama untuk menyaksikan kebudayaan China," kata Bing saat dihubungi KompasTravel dari Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

10 Museum Paling Angker di Dunia, Ada Koleksi Mumi

Jalan Jalan
Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Rute Menuju Plunyon Kalikuning, Jadi Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jajan di Toko Serba Ada Ini Harus Memanjat 120 Meter, Mau Coba?

Jalan Jalan
Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Aturan Perjalanan Diperlonggar, Ini PR Pemerintah untuk Pariwisata

Travel Update
Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Sandiaga Sebut Pariwisata Berkelanjutan Akan Jadi Tren pada Era Endemi

Jalan Jalan
Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Pelaku Perjalanan Luar Negeri Sudah Tak Perlu Tes, Ini Syaratnya

Travel Update
Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Mampir ke Jembatan Plunyon, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Festival Olahraga Berskala Internasional Bakal Digelar di Sejumlah Destinasi

Travel Update
Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Libur Panjang Waisak 2022, Angkasa Pura I Layani 651.000 Penumpang

Travel Update
Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Jepang Akan Terima Turis Asing dari 4 Negara dalam Grup Wisata

Travel Update
Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Syarat Naik Pesawat per 18 Mei, Tak Wajib Antigen jika Vaksin 2 Kali

Travel Update
Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Menparekraf: Waisak Tingkatkan Kunjungan Wisatawan ke Borobudur

Travel Update
Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Syarat Naik Kereta Api per 18 Mei, Vaksin 2 Kali Tak Perlu Tes PCR

Travel Update
Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Markedila Cafe, Tempat Nongkrong dengan Panorama Lembah di NTT

Jalan Jalan
Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Rute dan Tips Wisata ke Danau Ronggojalu Probolinggo

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.