Rp 20 Triliun untuk Candi Borobudur

Kompas.com - 31/01/2016, 07:39 WIB
Presiden Joko Widodo mengunjungi Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/1/2016). Kompas.com/Ika FitrianaPresiden Joko Widodo mengunjungi Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/1/2016).
EditorI Made Asdhiana
MAGELANG, KOMPAS - Anggaran Rp 20 triliun disiapkan untuk pengembangan kawasan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sebanyak Rp 10 triliun akan dibiayai dari APBN, sedangkan Rp 10 triliun lagi akan ditawarkan kepada investor.

”Anggaran Rp 20 triliun tersebut nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di areal seluas 5.000 hektar di kawasan Candi Borobudur,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, dalam jumpa pers di Taman Wisata Candi Borobudur, Jumat (29/1/2016) petang. Infrastruktur yang akan dibangun antara lain infrastruktur dasar, seperti jalan, listrik, dan penyediaan air.

Dalam acara tersebut, Arief bersama sejumlah menteri mendampingi Presiden Joko Widodo berkunjung ke Candi Borobudur. Mereka melakukan rapat terbatas tentang pengembangan kawasan Candi Borobudur bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X, dan Bupati Magelang Zaenal Arifin.

Pengelolaan dan pengembangan kawasan Candi Borobudur, menurut Arief, nanti juga akan dilakukan secara terintegrasi oleh Badan Otorita Borobudur. Badan ini nanti antara lain terdiri dari pemerintah; PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko; serta masyarakat.

”Masyarakat nantinya berkesempatan memiliki golden share. Mereka bisa memiliki saham tanpa ada kewajiban menyetor,” ujarnya.

Candi Borobudur, kata Arief, nanti akan dikembangkan dengan tagline ”Borobudur Mahakarya Budaya Dunia”. Sesuai dengan tagline tersebut, Candi Borobudur sebagai destinasi internasional nanti juga akan didukung dengan berbagai sarana prasarana yang mendukung kedatangan lebih banyak turis, seperti hotel dan bandara internasional.

”Untuk menambah jumlah wisatawan yang datang, jalur-jalur kereta api yang melintasi Magelang juga akan dihidupkan kembali,” ujarnya.

Penyiapan dana dan pembentukan Badan Otorita Borobudur tersebut akan mulai dilaksanakan tahun ini.

Menurut Arief, pengembangan kawasan ini dilakukan demi menggenjot jumlah wisatawan asing yang datang ke Candi Borobudur.

”Jika sebelumnya jumlah wisatawan asing hanya 250.000- 300.000 orang per tahun, dengan upaya ini, pada tahun 2019 jumlah wisatawan ditargetkan mampu mencapai 2 juta orang per tahun,” ujarnya.

Sebanyak 2 juta wisatawan asing akan mendatangkan devisa 2 miliar dollar AS, atau setara Rp 24 triliun-Rp 25 triliun.

Selain Candi Borobudur, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa pihaknya juga mendapatkan dukungan dana untuk mengelola tiga obyek wisata lainnya, yaitu Dataran Tinggi Dieng, Sangiran, dan Kepulauan Karimunjawa.

”Tahapan perencanaan pengembangan untuk obyek-obyek wisata tersebut akan dimulai tahun ini dan pelaksanaan pembangunannya akan dimulai tahun 2017,” ujarnya. (EGI)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X