Pantai Tebing, Jejak Letusan Gunung Samalas di Lombok Utara

Kompas.com - 02/02/2016, 09:10 WIB
Pantai Tebing, Dusun Luk, Desa Sambi Bangkol, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Tebing pasir itu adalah 'monumen' letusan dahsyat Gunung Rinjani Tua atau Samalas tahun 1257. KOMPAS/KHAERUL ANWARPantai Tebing, Dusun Luk, Desa Sambi Bangkol, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Tebing pasir itu adalah 'monumen' letusan dahsyat Gunung Rinjani Tua atau Samalas tahun 1257.
EditorI Made Asdhiana
CUACA panas menyengat ketika menapakkan kaki di Pantai Tebing, Dusun Luk, Desa Sambi Bangkol, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Pepohonan hanya tumbuh di atas tebing berketinggian 20 meter-25 meter itu. Tempat berteduh sekitar 20 meter utara tebing.

Selebihnya hanya hamparan pasir hitam berhadapan dengan perairan Selat Lombok. Sesekali tampak dari kejauhan satu-dua kapal berlayar di selat itu.

Semilir angin laut yang mendorong ombak dari dan ke pesisir tidak mampu menurunkan suhu udara pantai yang dikenal warga sebagai Pantai Luk.

Namun, para pengunjung, mulai dari anak- anak hingga orang dewasa, tidak mengindahkan suasana panas itu. Mereka girang bermain kecipak air, saling lempar pasir pantai, pasang aksi berfoto, dan berswafoto di bentangan tebing sekitar 50 meter dari utara ke selatan.

Belum ada penginapan di sana. Karena itu, pengunjung umumnya hanya singgah, mengambil gambar diri berlatar belakang tebing itu.

”Tidak tahu persis, Pak, mengapa pantai ini disebut Pantai Tebing. Mungkin saja karena fisiknya berbentuk tebing sehingga dinamakan seperti itu,” ujar Dama, pengunjung asal Mataram, ibu kota NTB, sambil terus mengamati tebing itu.

Menuju tempat berjarak sekitar 42 kilometer utara Mataram itu, perjalanan bisa ditempuh dengan mobil, sepeda motor, atau angkutan umum. Tarif angkutan umum dari Terminal Mandalika di Mataram ke pantai itu sekitar Rp 25.000 per orang.

Perjalanan biasanya melalui kawasan Hutan Pusuk, tempat kawanan monyet berkumpul di pinggir jalan, menunggu pengguna jalan memberi makanan.

Jika setengah perjalanan mau menikmati panorama alam pantai, pengunjung bisa menelusuri jalan kawasan obyek wisata Senggigi, Lombok Barat, sekalian melempar pandangan ke Gili Trawangan, Meno, dan Air yang tampak dari kejauhan. Tiga gili (pulau kecil) itu merupakan ”desa dunia” di tengah laut karena lebih banyak wisatawan bule ketimbang penduduk lokal.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X