Kompas.com - 02/02/2016, 09:10 WIB
EditorI Made Asdhiana
CUACA panas menyengat ketika menapakkan kaki di Pantai Tebing, Dusun Luk, Desa Sambi Bangkol, Kecamatan Gangga, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Pepohonan hanya tumbuh di atas tebing berketinggian 20 meter-25 meter itu. Tempat berteduh sekitar 20 meter utara tebing.

Selebihnya hanya hamparan pasir hitam berhadapan dengan perairan Selat Lombok. Sesekali tampak dari kejauhan satu-dua kapal berlayar di selat itu.

Semilir angin laut yang mendorong ombak dari dan ke pesisir tidak mampu menurunkan suhu udara pantai yang dikenal warga sebagai Pantai Luk.

Namun, para pengunjung, mulai dari anak- anak hingga orang dewasa, tidak mengindahkan suasana panas itu. Mereka girang bermain kecipak air, saling lempar pasir pantai, pasang aksi berfoto, dan berswafoto di bentangan tebing sekitar 50 meter dari utara ke selatan.

Belum ada penginapan di sana. Karena itu, pengunjung umumnya hanya singgah, mengambil gambar diri berlatar belakang tebing itu.

”Tidak tahu persis, Pak, mengapa pantai ini disebut Pantai Tebing. Mungkin saja karena fisiknya berbentuk tebing sehingga dinamakan seperti itu,” ujar Dama, pengunjung asal Mataram, ibu kota NTB, sambil terus mengamati tebing itu.

Menuju tempat berjarak sekitar 42 kilometer utara Mataram itu, perjalanan bisa ditempuh dengan mobil, sepeda motor, atau angkutan umum. Tarif angkutan umum dari Terminal Mandalika di Mataram ke pantai itu sekitar Rp 25.000 per orang.

Perjalanan biasanya melalui kawasan Hutan Pusuk, tempat kawanan monyet berkumpul di pinggir jalan, menunggu pengguna jalan memberi makanan.

Jika setengah perjalanan mau menikmati panorama alam pantai, pengunjung bisa menelusuri jalan kawasan obyek wisata Senggigi, Lombok Barat, sekalian melempar pandangan ke Gili Trawangan, Meno, dan Air yang tampak dari kejauhan. Tiga gili (pulau kecil) itu merupakan ”desa dunia” di tengah laut karena lebih banyak wisatawan bule ketimbang penduduk lokal.

Pantai Tebing berada di jalan utama yang menghubungkan Desa Bayan dan Mataram. Dari jalan raya itu ada jalan tanah sepanjang 200 meter sebagai pintu masuk, cukup untuk dua mobil berpapasan. Sebelum tiba di pantai, para pengujung disediakan tempat parkir mobil dan sepeda motor.

Tebing pasir itu adalah ”monumen” letusan dahsyat Gunung Rinjani Tua atau Samalas tahun 1257. Letusan Samalas diungkap dalam kajian ilmiah jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences terbitan akhir September 2013 dalam artikel ”Source of the Great AD 1257 Mystery Eruption Unveiled, Samalas Volcano, Rinjani Volcanic Complex, Indonesia” (Tempo, 17/11/2013).

Artikel itu adalah hasil penelitian 15 peneliti gunung api dunia (tiga dari Indonesia) dengan ketua tim Franck Lavigne dari Departemen Geografi Universitas Paris 1 Pantheon-Sorbonne, Perancis.

Letusan Samalas dinilai terbesar pada periode 7.000 tahun terakhir. Muntahan materialnya lebih dari 40 kilometer kubik, sedangkan letusan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa tahun 1815 melontarkan 33 kilometer kubik material dan Krakatau (meletus pada 1883) sebanyak 12,3 kilometer kubik.

Menurut Heryadi Rachmat, pengamat gunung api dari Museum Geologi Bandung, tebing pasir itu adalah singkapan endapan piroklastik letusan Gunung Samalas, berketebalan 50 meter, berwarna abu-abu cerah, dan membentuk struktur pelapisan dengan komponen, antara lain, batu apung. Singkapan itu terbentuk dari endapan awan panas, aliran piroklastik yang masuk ke laut.

Awan panas yang ”bertemu” dengan dinginnya air laut menimbulkan letusan sekunder, lalu terlontar ke daratan dan endapannya diduga membentuk bukit di Pantai Tebing itu.

Tekstur dinding bukit itu berlekuk-lekuk, seperti hiasan pahatan ornamen yang indah, laksana ukiran ”tangan” kekuasaan Sang Khalik di galeri alam terbuka. Menakjubkan. Jika ada waktu, singgahlah menyaksikan jejak-jejak letusan Gunung Samalas di Pantai Tebing.... (KHAERUL ANWAR)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Terumbu Karang karya Nelayan Lokal

Bangsring Underwater Banyuwangi, Ekowisata Terumbu Karang karya Nelayan Lokal

Jalan Jalan
Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Tiket Pesawat Mahal, Ini Solusi Menparekraf Sandiaga

Travel Update
Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Ancol Tutup 4 Juni 2022, Kecuali bagi Pemegang Tiket Formula E

Travel Update
Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Sandiaga: Diharapkan Wisata Monas Buka Lagi 2 Minggu ke Depan

Travel Update
Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Sandiaga Minta Tempat Wisata Wajibkan Pakai Masker Jika Ada Kerumunan

Travel Update
Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Panduan ke Taman Gandrung Terakota, Biaya Paket Wisata dan Penginapan

Jalan Jalan
Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Tes Covid-19 Tak Lagi Jadi Syarat Perjalanan, Sandiaga Ingatkan Hal Ini

Travel Update
Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Rute menuju Taman Gandrung Terakota, 35 Menit dari Banyuwangi Kota

Jalan Jalan
Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary Sehari di Alas Purwo Banyuwangi, Lepas dari Kesan Mistis 

Itinerary
Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Jangan Lupakan 10 Hal Penting Ini Saat Beli Bantal Leher Pesawat

Travel Tips
5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

5 Tips Wisata ke Air Terjun Kapas Biru Lumajang, Jangan Kesorean

Travel Tips
Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Panduan ke Plunyon Kalikuning, Tempat Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

6 Negara dengan Garis Pantai Terpanjang di Dunia, Indonesia Nomor 2

Travel Update
Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Wisata Bersepeda Flores, Nikmati Eksotisnya Alam Pulau Flores NTT

Jalan Jalan
9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

9 Fasilitas Taman Gandrung Terakota di Banyuwangi, Sanggar Tari hingga Galeri Seni

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.