Tradisi Pantang dan Puasa sebelum Membersihkan Patung Dewi Samudera

Kompas.com - 04/02/2016, 20:27 WIB
Gunawan (74) terlihat sedang menulis di atas secarik kertas berwarna merah di salah satu sudut ruangan Vihara Samudera di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (3/2/2016). KOMPAS.COM/YOHANES KURNIA IRAWANGunawan (74) terlihat sedang menulis di atas secarik kertas berwarna merah di salah satu sudut ruangan Vihara Samudera di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (3/2/2016).
|
EditorI Made Asdhiana
Persis di pojok ruangan bagian kanan depan bangunan tersebut, Gunawan terlihat sedang menuliskan kalimat dalam aksara mandarin di atas secarik kertas berwarna merah menggunakan kuas dengan tinta berwarna hitam.

"Ini saya sedang menuliskan nama-nama penyumbang atau donatur. Nanti kertas ini ditempel di lampion dan lilin, supaya orang bisa baca siapa yang menyumbang," ujar pria berusia 74 tahun tersebut.

Gunawan dengan ramah melayani dan menjawab pertanyaan demi pertanyaan untuk mengungkap penasaran saat itu.

"Patung-patung itu sudah mulai kusam, menandakan kota juga kusam. Patung itu dibersihkan, supaya terang dan usaha serta perekonomian di Pontianak bisa maju," jelas Gunawan.

Secara sederhana, Gunawan mencontohkan pakaian yang dikenakan. Misalnya baju yang dikenakan sudah rusak dan kusam, itu artinya harus dibersihkan supaya bersih kembali. Dalam hal berpuasa, itu bukan berarti tidak boleh makan atau minum seharian. Puasa di sini berarti tidak makan daging.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X