Semarak di Semarang dan Singkawang

Kompas.com - 07/02/2016, 10:30 WIB
Panitia Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menggelar pawai lampion pada Selasa (3/3/2015) malam. Sejumlah lampion dipasang pada mobil hias dan kendaraan yang dibentuk seperti kereta kencana. KOMPAS/EMANUEL EDI SAPUTRAPanitia Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menggelar pawai lampion pada Selasa (3/3/2015) malam. Sejumlah lampion dipasang pada mobil hias dan kendaraan yang dibentuk seperti kereta kencana.
EditorI Made Asdhiana

Sumberanto Tjitra, Sekretaris Panitia Imlek dan Cap Go Meh Kota Singkawang, Sabtu, menuturkan, persiapan hampir 100 persen. Saat ini tinggal finalisasi beberapa persiapan saja, misalnya penataan panggung, taman monyet, dan replika jeruk bali.

"Hari ini kami jadwalkan seluruhnya sudah selesai. Sebab, pada Minggu (7/2/2016) malam acara pembukaan sudah dimulai," ujarnya.

Dalam penataan panggung utama yang berukuran 25 meter x 20 meter tersebut, panitia memasang sound system. Selain itu, panitia memastikan ketersediaan listrik yang akan mengaliri panggung utama. Puncak acara akan digelar di panggung utama yang berlokasi di Stadion Kridasana, Singkawang.

Persiapan akhir lainnya, panitia memasang replika jeruk bali dengan diameter sekitar 3 meter dan replika lampion berukuran 8 meter x 8 meter.

Replika jeruk bali dan lampion itu nantinya selain memberikan nilai estetis juga sebagai lokasi pengunjung berfoto. "Semuanya didesain agar pengunjung dapat menikmati suasana Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang," ujarnya.

Hari Sabtu merupakan hari terakhir pendaftaran peserta pawai tatung. Tatung merupakan sekelompok orang yang pada hari Cap Go Meh menggunakan pakaian adat Tionghoa, Dayak, dan Melayu yang diarak dengan tandu berkeliling Singkawang sambil menunjukkan atraksi kekebalan tubuh.

Sampai sejauh ini, jumlah peserta yang mendaftar sebagai tatung sudah 500 peserta. Namun, jumlahnya diperkirakan bertambah banyak pada hari ini. "Biasanya mendekati hari terakhir pendaftaran makin banyak yang mendaftarkan diri," katanya.

Sumberanto menuturkan, untuk persiapan pawai lampion malam tanggal 20 Februari, sejumlah peserta sudah mempersiapkan diri dengan menghias kendaraan masing-masing.

TRIBUN JATENG/M SOFRI KURNIAWAN Pengurus kelenteng mengangkat keluar replika kapal naga untuk dibakar dalam upacara poo un atau tolak bala menjelang perayaan tahun baru Imlek di TITD Budi Luhur Sakti, Jalan Lingkar Tanjung Mas A/2, Kota Semarang, Minggu (24/1/2016).
Mereka mulai memasang lampion dan hiasan-hiasan khas Imlek. Animonya cukup tinggi karena hadiah yang mereka perebutkan ratusan juga rupiah.

"Kami berharap masyarakat Singkawang mendukung suksesnya acara tersebut. Acara ini tidak hanya milik masyarakat Tionghoa, tetapi sudah menjadi bagian dari masyarakat Indonesia dan Kalimantan Barat," kata Sumberanto. (WINARTO HERUSANSONO/EMANUEL EDI SAPUTRA)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X