22 Februari, Bogor Gelar Cap Go Meh Street Festival 2016

Kompas.com - 08/02/2016, 07:46 WIB
Arak-arakan peserta Karnaval Cap Go Meh 2565 melewati Jalan Surya Kencana, Bogor, Jumat (14/2/2014). Cap Go Meh menandai akhir perayaan Tahun Baru Imlek. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Arak-arakan peserta Karnaval Cap Go Meh 2565 melewati Jalan Surya Kencana, Bogor, Jumat (14/2/2014). Cap Go Meh menandai akhir perayaan Tahun Baru Imlek.
EditorI Made Asdhiana
BOGOR, KOMPAS.com - Luangkan waktu Anda pada 22 Februari 2016 untuk menyaksikan kemeriahan perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor, Jawa Barat.

Mengikuti release dari panitia lewat akut Twitter-nya, bahwa acara bertajuk Gelar Cap Go Meh (CGM) Street Festival 2016 akan berlangsung Senin (22/2/2016) mulai pukul 14.00 WIB.

Dengan tanggal terkonfirmasi ini pula Kementerian Pariwisata memohon maaf kepada  masyarakat Bogor dan sekitarnya yang sempat datang ke Jl Suryakencana No 1, Bogor, pada 7 Februari 2016.

Tempat Perayaan Cap Go Meh di kawasan cagar budaya yang terdapat Kelenteng Hok Tek Bio itu seharusnya digelar pada 22 Februari 2016 dan bukan tanggal 7 Februari seperti termuat dalam poster yang tersebar di akun sosial media dan website, serta pada iklan TVC di televisi.

"Jadi, kami salah ketik. Betul-betul kesalahan teknis, yang tidak kami sengaja. Acara itu harusnya tanggal 22 Februari tapi terlanjur dipromosikan melalui media sosial pada 7 Februari di Indonesia.travel. Sekali lagi kami mohon maaf atas kesalahan itu," ucap M Iqbal Alamsjah, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata. (Baca: Kemenpar Salah Informasi, Wisatawan Imlek di Bogor Kecewa)

Perayaan Cap Go Meh yang dikemas dengan street festival itu rencananya tetap akan digulirkan pada 22 Februari 2016.

Silakan follow lewat akun microblog panitia, yaitu: Twitter (@cgmfest); Instagram (@cgmbogor_streetfest); dan juga pada akun Facebook (www.facebook.com/cgmstreetfest), yang akan up date tanggal, jam, tempatnya.

"Silakan tetap hadir dan meramaikan perayaan Cap Go Meh," tambah Iqbal.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Arak-arakan peserta Karnaval Cap Go Meh 2565 melewati Jalan Surya Kencana, Bogor, Jumat (14/2/2014). Cap Go Meh menandai akhir perayaan Tahun Baru Imlek.
Tugas Kemenpar, lanjut Iqbal, memang lebih ke promosi acara. Karena itu, ketika terjadi salah informasi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak.

"Terima kasih atas koreksi tanggalnya, sekali maaf atas warga yang sudah datang," ujar Iqbal yang ditutup dengan "Gong Xi Fa Cai" itu.

Gelar Cap Go Meh (CGM) Street Festival 2016 nanti rencananya akan menghadirkan aneka pertunjukan seni budaya khas Tionghoa.

Diperkirakan sekira 100.000 pengunjung dan 10 ribu pengisi acara akan memeriahkan CGM Street Festival 2016 sehingga festival ini layak dijuluki sebagai "pesta rakyat terbesar" di Bogor.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengunjung akan disuguhi karnaval budaya dari komunitas Bogor+Sahabats (Bobats). Selain itu, ada juga pertunjukan Liong Barong dengan iringan sanggar musik dan tambahan beberapa kegiatan.

Tahun ini, jalur parade tidak lagi melintasi Tugu Kujang namun melewati depan Vihara Dhanagun, Suryakencana hingga Siliwangi.

CGM Street Festival bagi masyarakat Bogor bukanlah festival agama namun festival kebudayaan yang dapat dinikmati semua orang.

Kota Bogor sejak 100 tahun lalu telah merayakan Cap Go Meh dengan berbagai pertunjukkan seni dan prosesi kebudayaan yang menjadi ajang pemersatu warganya yang majemuk.

CGM Street Festival 2016 yang digelar sejak dua tahun lalu khusus untuk menyambut Tahun Baru Imlek dan tahun ini berbeda karena acara tersebut dikhususkan untuk memeriahkan acara Cap Go Meh. Pada perayaan tahun 2007, jumlah peserta barongsai dan liong sempat tercatat sebagai peserta terbanyak dalam rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (Muri).

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Peserta Karnaval Cap Go Meh 2565 melewati Jalan Surya Kencana, Bogor, Jumat (14/2/2014). Cap Go Meh menandai akhir perayaan Tahun Baru Imlek.
Vihara Dhanagun sendiri merupakan wihara yang terletak di Jalan Suryakencana nomor 1, Bogor, Jawa Barat. Wihara tersebut menempati bangunan yang merupakan cagar budaya Kota Bogor dan aset Dinas Purbakala Kota Bogor.

Menurut sejarah, bangunan ini pertama kali didirikan masyarakat Tionghoa di Kota Bogor abad ke-18 atau lebih dari 200 tahun yang lalu. Bangunannya menempati lahan seluas 5.000 meter persegi.

Ada anggapan bahwa keberadaan Vihara Dhanagun memberikan rezeki kepada masyarakat setempat. Ini bisa dilihat dari lokasi di sekitar bangunan yang terus-menerus menyedot berbagai jenis usaha untuk tumbuh dan berkembang, mulai dari pasar tradisional, pasar modern, pasar malam hingga pertokoan. (*)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X